EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KAKAO MENURUT LREP DI KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KAKAO MENURUT LREP DI KECAMATAN GLUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

M Agus Salim Syahputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0005101021708

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

633.74

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

M. Agus Salim Syahputra. Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman kakao
menurut LREP di Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie, di bawah
bimbingan Syamsidah Djuita sebagai ketua dan M. Rusdi sebagai anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk
pengembangan tanaman kakao menurut kriteria kesesuaian lahan LREP di
Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan Agustus 2008 sampai dengan Desember 2008.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
dengan mengunakan sistem taktis dan analisis sifat-sifat kimia tanah di
laboratorium.
Berdasarkan pengamatan dilapangan, terdapat tiga lokasi penelitian yang
menjadi tapak pengamatan yaitu pada Desa Panjoe (tapak pengamatan P), Desa
Cot Baroh (tapak pengamatan CB), dan Desa Cot Tunong (tapak pengamatan CT).
Penelitian ini dilakukan pada areal perkebunan kakao dengan dua jenis tanah
Entisol dan Inceptisol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan aktual yang terdapat
pada tapak pengamatan P, CB dan CT termasuk kedalam kelas S3 (hampir sesuai
atau marginally suitable) yaitu S3 n (ketersediaan hara) dengan luas lahan
tanaman kakao 127 Ha. Secara potensial menunjukkan kesesuaian lahan yang
terdapat pada tapak pengamatan P, CB dan CT dapat dilakukan perbaikan dua
tingkat lebih tinggi kelasnya dengan cara pemberian bahan organik dan pemupukan P
dengan dosis yang sesuai, maka secara potensial kelas kesesuaian lahannya menjadi cukup sesuai (5S2).
Faktor pembatas kelerengan, bulan kering dan erosi pada semua tampak
pengamatan mempunyai kelas kesesuian lahan cukup sesuai (S2). Semua faktor
penghambat ini dapat diperbaiki setingkat lebih tinggi kelasnya. Untuk kelerengan
dan erosi dengan cara pembuatan terasering sedangkan untuk bulan kering dapat
dilakukan dengan cara diadakannya penyiraman memakai Sprincel. Maka setelah
dilakukan perbaikan di semua tapak pengamatan kelas kesesuaian lahannya
menjadi cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas w,s, e.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK