<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138961">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH WADAH FERMENTASI DAN KETEBALAN TUMPUKAN PADA PROSES FERMENTASI TERHADAP KUALITAS BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anggun Welcy Andrianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fermentasi dimaksudkan untuk memudahkan pelepasan &#13;
zat lendir  dari permukaan kulit biji, agar menghasilkan biji dengan mutu dan aroma&#13;
yang baik, menghasilkan biji yang tahan terhadap hama dan jamur, dan menghasilkan biji&#13;
dengan warna yang cerah dan bersih selama penyimpanan. &#13;
               Jenis wadah dan ketebalan tumpukan pada saat fermentasi biji kakao diduga &#13;
berpengaruh terhadap karakteristik biji yang dihasilkan selama fermentasi. Penelitian &#13;
ini bertujuan untuk mcningkatkan kualitas mutu biji kakao hasil fermentasi. Namun,&#13;
seara khusus penelitian ini bertujuan untuk melihat secara nyata pengaruh beberapa &#13;
wadah fermentasi dan tingkat ketebalan tumpukan biji pada proses fermentasi&#13;
terhadap kualitas biji kakao yang dihasilkan.&#13;
               Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola&#13;
faktorial 3 x 3 yang terdiri atas dua (2) faktor. Faktor pertama adalah wadah&#13;
fermentasi (W) yang terdiri dari tiga (3) taraf yaitu: W, = kotak kayu, W =&#13;
keranjang rotan, W, = goni plastik. Faktor kedua adalah ketebalan tumpukan biji&#13;
kakao (K), yang terdiri dari tiga (3) taraf, yaitu: K, = 3/3, K = 2/3, Ky= 1/3.&#13;
Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) kali ulangan, sehingga diperoleh 27 (dua puluh&#13;
tujuh) satuan percobaan. Parameter yang diamati dan dianalisis pada biji kakao&#13;
meliputi perubahan suhu, pH, dan kadar gula selama proses fermentasi dengan&#13;
interval waktu setiap 12 jam sekali. Analisis biji kakao kering meliputi kadar air, &#13;
kadar lemak dan uji pembelahan biji.&#13;
               Hasil penelitian menunjukkan kisaran suhu awal fermentasi dari ketiga wadah &#13;
adalah 32,6°C hingga 38C. Suhu akhir fermentasi tertinggi mampu di capai oleh&#13;
jenis wadah goni plastik dengan suhu 35,8&quot;C. Berdasarkan ketebalan tumpukan suhu&#13;
fermentasi relatif lebih tinggi pada ketebalan tumpukan 3/3 dengan suhu 35,9&quot;C.&#13;
Nilai pH biji pada wadah kayu, rotan dan plastik memiliki nilai yang relatif berbeda,&#13;
5,77 hingga 6,56 pada waktu 12-24 jam fermentasi. Namun memasuki ke jam 60&#13;
fermentasi, nilai pH dari ketiga wadah fermentasi mengalami penurunan yang cukup&#13;
signifikan, pada wadah kayu 3,78, pH pada wadah rotan 3,65 dan pada wadah goni&#13;
plastik sebesar 4,28. Berdasarkan ketebalan tumpukan, nilai pH biji tertinggi pada&#13;
akhir fermentasi diperoleh dari ketebalan tumpukan 2/3 dengan nilai pH 3,6. Hasil&#13;
pcnclitian menunjukkan bahwa nilai kisaran pH pulp dari ketiga wadah fermentasi&#13;
pada wadah kayu 7,06, rotan 7, 13 dan goni plastik 7,45. Berdasarkan ketebalan&#13;
tumpukan, nilai pH pulp tertinggi pada akhir fermentasi diperoleh dari ketebalan &#13;
tumpukan 2/3 dengan nilai pH 4,5. &#13;
               Hasil analisis pada kadar gula menunjukkan kadar gula yang pada awalnya&#13;
berkisar 9,3-9,7 % secara cepat padajam ke 48 turun mcnjadi 4,6-5,2 %. Nilai kadar gula&#13;
tertinggi pada akhir fermentasi adalah pada wadah plastik dengan nilai 0,5.&#13;
Berdasarkan ketebalan tumpukan, nilai kadar gula tertinggi pada akhir fermentasi&#13;
diperoleh dari ketebalan tumpukan 2/3 dengan nilai 0,5. Pada penelitian ini kadar air&#13;
biji kakao kering yang dianalisis berkisar antara 4,39%-5,93%. Hasil analisis kadar&#13;
lemak biji kakao kering berkisar antara 47,12%-51,01% dengan rata-rata umum &#13;
48,84%. &#13;
               Hasil analisis uji pembelahan biji menunjukkan bahwa biji berjamur banyak&#13;
terdapat pada biji dalam wadah goni plastik ketebalan 1/3 (W3K3 = 1,6 %), biji ungu&#13;
penuh banyak terdapat pada wadah kotak kayu dengan ketebalan 2/3 wadah (WIK2 &#13;
= 11,6%), biji pipih banyak terdapat pada wadah plastik dengan ketebalan 1/3 wadah&#13;
(W3K3 = 10,5 %), biji fermentasi penuh banyak terdapat pada wadah keranjang&#13;
rotan dengan ketebalan 2/3 (W2K2 = 82%), dan biji ungu sebagian banyak terdapat&#13;
pada wadah goni plastik ketebalan tumpukan 2/3 wadah (W3K2 =17,2 %). Perlakuan&#13;
terbaik yaitu pada perlakuan dengan menggunakan wadah rotan dengan ketebalan&#13;
tumpukan 2/3 (W2K2).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CACAO - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FERMENTATION - FOOD TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>633.74</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138961</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-21 11:40:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-21 12:10:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>