APLIKASI PUPUK HAYATI DAN FOSFOR UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGISAP POLONG (NEZARA VIRIDULA L) PADA TANAMAN KEDELAI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

APLIKASI PUPUK HAYATI DAN FOSFOR UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGISAP POLONG (NEZARA VIRIDULA L) PADA TANAMAN KEDELAI


Pengarang

Zulfahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405103010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.85

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Zulfahmi/0405103010014. Aplikasi Pupuk Hayati dan Fosfor untuk mengendalikan Hama Pengisap Polong ( Nezara viridula L.) pada Tanaman Kedelai, di bawah bimbingan Alfian Rusdy sebagai pembimbing ketua dan Masra Rahim sebagai pembimbing anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan fosfor pada tanaman kedelai persentase penghambat makan, intensitas kerusakan polong dan jumlah polong yang bernas. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Luengbata, Banda Aceh. Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Januari sampai dengan Agustus 2010.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diteliti adalah 4 taraf pemberian pupuk hayati yaitu tanpa pupuk, 3 L ha'(0,012 cc tan'), 6 L ha'(0,024 cc tan'), 9 L ha'(0,036 cc tan') dan 4 taraf
pemberian pupuk fosfor (SP-36) yaitu tanpa pupuk, 80 kg ha'(0,32 g tan'), 100 kg ha'(0,4 g tan'), 120 kg ha'(0,48 g tan
). Dengan demikian terdapat I 6 kombinasi perlakuan dengan 2 ulangan, Seluruh hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam. Jika terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 0,05. Peubah yang diarn ati adalah persentase penghambatan makan, intensitas kerusakan polong dan
jumlah polong yang bernas.
Hasil penelitian terhadap penghambat makan dan persentase kerusakan polong pada pengamatan 10, 20, 30 dan 40 hari setelah infestasi menunjukkan bahwa hanya pemberian pupuk fosfor saja yang memberikan pengaruh nyata, sedangkan pemberian pupuk hayati tidak memberikan pcngaruh kecuali pada pengamatan 30 hari setelah infestasi.
Selanjutnya pada pengamatan jumlah polong bernas, ternyata pemberian pupuk fosfor maupun hayati sama - sama memberikan efek mandiri terhadap kedelai.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK