PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN SALINITAS AIR PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BAKAU (RHIZOPHORA APICULATA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN SALINITAS AIR PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BAKAU (RHIZOPHORA APICULATA)


Pengarang

Ade Fitriadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951111523

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.521

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ADE FITRIADI. Pengaruh Pupuk Organik dan Salinitas Air Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Bakau (hizophora apiculata)", (di bawah bimbingan H. T. Mahmud sebagai ketua dan Agus Halim sebagai anggota).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar bahan organik dari pupuk kandang dan salinitas air yang tepat agar diperoleh pertumbuhan bibit tanaman bakau spesies Rhizophora apiculata yang baik, serta untuk mengetahui interaksi antara kedua faktor tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh dengan ketinggian tempat 0,8 meter di atas permukaan laut, berlangsung dari tanggal 23 Maret 2007 sampai Juli
2007.
Percobaan ini dikerjakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri atas > tanaman. Faktor yang diteliti adalah perlakuan bahan organik dari pupuk kandang dengan taraf yaitu 0%, 10% dan 20% sementara perlakuan salinitas air penyiraman terdiri atas 4 taraf yaitu 0%% 5%, 10%% dan 15%%.
Pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter pangkal batang, panjang daun, lebar daun, jumlah helaian daun yang diukur pada umur 75, 95 dan 110 Hari Setelah Tanam (HST) serta panjang akar, berat basah berangkasan, berat kering berangkasan dan berat kering akar yang diukur pada umur HU HST,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian bahan organik memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah helaian daun umur 95 hari setelah tanam (1HST) dan berpengaruh nyata terhadap jumlah helaian daun umur II0 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi bibit umur 75, 95 dan 110 HST, diameter pangkal batang umur 75, 95 dan HO HST, panjang daun umur 75, 95 dan HO HST, Iebar daun umur 75, 95 dan HO HST, jumlah helaian daun umur 75 HST, panjang akar, berat basah berangkasan, berat kering berangkasan dan berat kering akar umur I0 HST. Secara umum pertumbuhan bibit tanaman Rhizophora apiculata terbaik dijumpai pada perlakuan bahan organik 10% pupuk kandang.
Konsentrasi salinitas air siraman memberikan pengaruh sangat nyata terhadap inggi bibit umur 95 dan HO
HST, berat basah berangkasan umur 1IO HST dan berat kering akar umur II0 HST, erlakuan konsentrasi salinitas air siraman memberikan pengaruh nyata terhadap diameter pangkal batang umur 110 HST dan jumlah helaian daun umur 95
110 HST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi bibit pada umur 75 HST, diameter pangkal batang umur 75 dan 95 HST, panjang daun umur 75, 95 dan H0 HST, Iebar daun umur 75, 95 dan 110 HST, jumlah helaian daun umur 75 110 dan HST, panjang akar dan berat kering berangkasan bibit pada umur 110 HST. Secara umum pertumbuhan bibit tanaman Rhizophora apiculata terbaik dijumpai salinitas air siraman pada perlakuan 0 %o.
Kombinasi perlakuan antara bahan organik dan salinitas air siraman menunjukkan interaksi yang tidak nyata terhadap semua parameter pertumbuhan tanaman, namun nyata terhadap berat kering akar umur 110 HST,

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK