REFERENNSI DAN PEMANGSAAN CURINUS COERULEUS MULSANT TERHADAP HAMA KUTU PUTIH PEPAYA PARACOCCUS MARGINATUS WILLIAMS AND GRANARA DE WILLINK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

REFERENNSI DAN PEMANGSAAN CURINUS COERULEUS MULSANT TERHADAP HAMA KUTU PUTIH PEPAYA PARACOCCUS MARGINATUS WILLIAMS AND GRANARA DE WILLINK


Pengarang

Mutia Hafni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805101050031

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

MUTlA HAFNI. 0805101050031. Preferensi dan Pemangsaan Curinus coeruleus
Mulsant Terhadap Hama Kutu Putih Pepaya Paracoccus marginatus Williams
and Granara de Willink. (Dibawah bimbingan Nur Paramayudi sebagai
pembimbing utama dan Husni sebagai pembimbing anggota).
Kutu putih pepaya P. marginatus (Hemiptera: Pseudococcidae) merupakan
hama baru yang menjadi masalah serius di Indonesia. Serangga ini diketahui
keberadaannya pertama kali pada bulan Mei 2008 pada tanaman pepaya di Kebun
Raya Bogor, Jawa Barat. Dalam upaya pengendaliannya dibutuhkan informasi
yang cukup tentang musuh alaminya. Salah satu musuh alami P.
marginatus adalah predator Curinus coeruleus. Predator tersebut selain memangsa kutu putih
pepaya, juga memangsa beberapa jenis spesies kutu tanaman lainnya, sepcrti
Diaphorina citri, Aspidiotus destructor dan Planococcus citri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan kemampuan C
coeruleus untuk memangsa kutu putih pcpaya P. marginatus. Penelitian ini
dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Kebun Percobaan, Program
Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Kegiatan
penelitian dilakukan mulai dari bulan Maret sampai dengan Juli 2012. Adapun
parameter pengamatan, yaitu uji preferensi pemangsaan dan pengaruh kerapatan
predator C. coeruleus terhadap kematian tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji preferensi pemangsaan,
predator C. coeruleus instar IV lebih menyukai mangsa instar I P. marginatus
dibandingkan dengan instar lainnya (pada uji pilihan dan uji tanpa pilihan). Pada
uji pilihan C coeruleus sama sekali tidak memangsa imago betina dari P. marginatus,
sedangkan pada uji tanpa pilihan predator hanya sedikit memangsa
imago betina P. marginatus. Pilihan pcrtama yang dimangsa oleh predator adalah
dari golongan instar I pada uji pilihan. Laju kematian tanaman pepaya terjadi
lebih cepat pada investasi I predator C coeruleus. Kematian tanaman terjadi pada
7 hari setelah investasi P. marginatus, sedangkan pada investasi 4 predator
tanaman pepaya mampu bertahan sampai I9 hari setelah investasi P. marginatus.
Jumlah predator yang sedikit tidak mampu menekan populasi kutu putih yang
mampu berkembangbiak dengan cepat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK