PENDUGAAN UMUR SIMPAN JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) SEGAR DALAM KEMASAN POLIPROPILEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENDUGAAN UMUR SIMPAN JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) SEGAR DALAM KEMASAN POLIPROPILEN


Pengarang

Rositha Octaviana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605106010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

635.8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) segar merupakan sejenis sayuran yang mengandung banyak nilai gizi. Di kota-kota besar tanaman ini sudah banyak dikenal dan dikonsurnsi dengan berbagai macam variasi menu makanan dan snack yang banyak digemari oleh masyarakat. Namun umur simpan dan suhu penyimpanan jamur tiram ini sangat mempengaruhi kandungan yang terdapat didalammnya. Menurut Sumarsih (2010), dilihat dari segi gizinya, jamur tiram tennasuk bahan mak.anan yang tinggi protein, mengandung berbagai mineral organik dan rendah lemak. Kadar protein dalam jamur tiam umumnya berkisar
20-40% berat kering sehingga lebih baik bila dibandingkan dengan sumber
protein lain seperti kedelai dan kacang-kacangan.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemodelan pada jamur tiram putih segar berdasarkan kadar protein yang dikemas dalam kemasan plastik polipopilen dengan variasi suhu selama penyimpanan. Proses penelitian ini meliputi : analisis kadar protein, kadar abu, vitamin C, dan susut bobot jamur tiram putih segar yang disimpan dalam 3 variasi suhu yakni suhu ruang dan suhu rendah ( 10°Cdan 15C) dengan menggunakan kemasan plastik polipropilen. Dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui batas waktu penerimaan konsumen. Pendugaan umur simpan jamur tiram putih segar dilakukan dengan menggunakan model Arrhenius untuk menduga umur simpannya, serta untuk mengetahui laju penurunan mutu kandungan gizi jamur tiram putih segar dalam selang waktu 3 hari.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa susut bobot, kadar protein, kadar
abu, vitamin C dan nilai uji organoleptik dari para konsumen selama penyimpanan semakin menurun. Dengan menggunak.an model Arrhenius, berdasarkan kadar proteinnya maka diketahui bahwa pendugaan umur simpan jamur tiram putih pada suhu 10°C dapat bertahan 18 hari, sedangkan pada suhu 15C dapat bertahan hingga 23 hari dan pada suhu ruang (27-38°C) jamur tiram putih hanya dapat bertahan selama 9 hari.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK