Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PEMBUATAN KERIPIK SIMULASI LABU TANAH (CUCURBITA MOSCHATA) DENGAN VARIASI LAMA PENGUKUSAN DAN SUHU PENGERINGAN
Pengarang
Mohammad Ridha - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0051511895
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006
Bahasa
Indonesia
No Classification
660.284 26
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Masyarakat Indonesia telah lama mengenal keripik sebagai makanan ringan, jenis makanan ini pada umumnya dikosumsi sebagai makanan yang mampu membangkitkan selera atau sekedar dikonsumsi sebagai makanan ringan. Keripik adalah makanan ringan (snack food) yang tergolong jenis makanan crackers. yaitu makanan yang bersifat kering dan renyah (crispy). Salah satu jenis keripik yang sudah mulai masuk ke pasaran adalah keripik simulasi, yaitu keripik yang pada pembuatannya melibatkan proses pengukusan, pengadonan, pembuatan lembaran tipis, pencetakan, pengeringan dan penggorengan. Keuntungan pembuatan keripik simulasi dibandingkan dengan keripik secara tradisional adalah keripik simulasi dapat dicetak dengan ukuran dan bentuk sesuai selera, bentuk dan ukuran keripik simulasi dapat dibuat seragam, aplikasi bumbu dan pecitarasa lainnya lebih mudah. kadar air dan gula pereduksi dapat diatur.
Salah satu jenis tanaman buah yang dapat diolah menjadi keripik simulasi
adalah buah labu tanah (Cucurbita moschata). Selama ini pemanfaatan labu tanah sebagai produk pangan masih sangat terbatas, biasanya buah hanya dimasak sebagai, kolak, dodol, manisan, dikukus dan dimakan bersama kelapa parut atau diolah menjadi makanan setengah basah lainnya. Pemanfaatan labu tanah sebagai keripik simulasi merupakan diversivikasi bahan pangan menjadi suatu produk yang akan memberikan manfaat dalam peningkatan nilai gunanya dan bernilai ekonomis. Salah satu faktor yang paling menentukan mutu keripik simulasi adalah proses pengukusan dan pengeringan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama pengukusan dan suhu pengeringan terhadap rendemen, sifat fisik (rasio pengembangan), Sifat kimia (kadar air, kadar lemak, kadar vitamin C), serta sifat organoleptik (warna, kerenyahan, rasa dan aroma). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3 x 3, yang terdiri dari 2 (dua) faktor. Faktor pertama yaitu lama
pengukusan (A) yang terdiri dari tiga 3 (taraf) yaitu A, = 20 menit, A = 30 menit
dan A; = 40 menit. Faktor kedua yaitu suhu pengeringan yang terdiri dari tiga taraf yaitu B, = 50" C, B = 60" C dan B, = 70 C. Analisis yang dilakukan meliputi rendemen, sifat fisik (rasio pengembangan), sifat kimia (kadar air, kadar lemak dan kadar vitamin C) serta uji organoleptik (warna, kerenyahan, rasa dan aroma).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lama pengukusan pada keripik simulasi labu tanah berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, kadar air dan kadar lemak, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap rasio pengembangan, kadar vitamin C, nilai organoleptik warna, nilai organoleptik kerenyahan, nilai organoleptik rasa dan nilai organoleptik aroma. Semakin lama pengukusan mengakibatkan nilai rendemen, kadar air dan kadar lemak semakin menurun. Faktor suhu pengeringan berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, kadar air, kadar lemak, kadar vitamin C, nilai organolcptik warna, nilai organoleptik kerenyahan, nilai organoleptik rasa dan nilai organoleptik aroma. Tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap rasio pengembangan. Dengan meningkatnya suhu pengeringan mengakibatkan rendemen. kadar air, kadar lemak dan kadar vitamin C semakin menurun. Nilai organoleptik warna, kerenyahan dan aroma cenderung meningkat pada suhu 60C dan nilainya menurun pada suhu
70°C, sedangkan nilai organoleptik rasa cenderung meningkat seiring dengan semakin meningkatnya suhu pengeringan. lnteraksi antara lama pengukusan dan suhu pengeringan berpengaruh tidak nyata terhadap rendemen, rasio pengembangan, kadar air, kadar lemak, kadar vitamin C, nilai organoleptik warna, nilai organoleptik kerenyahan, nilai organoleptik rasa dan nilai organoleptik aroma. Keripik simulasi labu tanah dengan kualitas terbaik didapatkan dari perlakuan suhu pengeringan 60C.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBANDINGAN JENIS BAHAN PENGIKAT DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU KERIPIK LABU TANAH (CUCURBITA MOSCLLATA L) (Sayed Fachrizal, 2024)
PENGARUH WAKTU PENGUKUSAN DAN METODE PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK KERIPIK SIMULASI BIJI NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS) (Zulfiati, 2025)
PENGARUH PENAMBAHAN LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA L) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN DAYA TERIMA KONSUMEN PADA DODOL (Muslimah, 2014)
SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) DALAM PEMBUATAN CHOUX PASTRY (CUT DIKHA MAULIDINA, 2025)
PENGARUH PENAMBAHAN BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) (ZAHRA AMANDA PUTRI, 2023)