PENGARUH PERLAKUAN PRE-COOLING DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU SIMPAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L). | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PERLAKUAN PRE-COOLING DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU SIMPAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L).


Pengarang

Yusni Zahara - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0251610075

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007

Bahasa

Indonesia

No Classification

635.63

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mentimun merupakan sayuran buah yang berasal dari tanaman merambat. Karena rasanya yang segar, mentimun sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Untuk menjaga agar mentimun tetap memiliki mutu yang baik, penanganan selama panen dan pascapanen perlu diperhatikan karena mempunyai andil yang sangat besar. Penanganan yang baik dalam pelaku rantai tataniaga mentimun, untuk mencegah terjadinya fluktuasi suhu baik selama penyimpanan, transportasi dan penjualan.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh lama pre-cooling dan suhu
penyimpanan terbaik bagi komoditi mentimun, agar mutu dan kesegarannya dapat dipertahankan selama penyimpanan.
Prosedur analisis penelitian ini meliputi susut bobot (%), kekerasan (kg/cm2).
vitamin C(mg/l00gr) dan organoleptik (warna, aroma dan rasa). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan dua kali ulangan. Faktor-faktor tersebut adalah lama pre-cooling (30.
60 dan 90 menit) dan suhu penyimpanan (suhu ruang, suhu sejuk dan suhu dingin).
Perlakuan suhu penyimpanan (T) berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap susut bobot, dan perlakuan pada suhu sejuk (20-25 "C) mampu menekan susut bobot mentimun. Sedangkan perlakuan lama pre-cooling (A) dan interaksi keduanya (TA) tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot mentimun selama 20 hari
penymmpanan.
Kekerasan mentimun untuk setiap perlakuan pada penelitian ini diketahui pengaruhnya pada hari ke-0 dan hari ke-20 penyimpanan. Perlakuan pre-cooling selama 30 dan 60 menit ialu dilakukan penyimpanan pada suhu ruang dan sejuk mampu mempertahankan kekerasan mentimun pada hari ke-20 penyimpanan
Perlakuan lama pre-cooling dan suhu penyimpanan berpengaruh sangat nyata
(P0,01) terhadap kandungan vitamin C mentimun, sedangkan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata. Pada penelitian ini, mentimun dengan perlakuan pcrendaman paling lama dan penyimpanan pada suhu paling rendah dapat mengurangi kandungan vitamin C.
Berdasarkan perubahan organoleptik dapat disimpulkan bahwa perlakuan
mentimun dengan penyimpanan pada suhu sejuk (20-25 "C) masih dapat diterima olch panelis sampai hari ke-20 penyimpanan, dikarenakan tingkat perubahan warna mentimun cukup stabil. Pada uji organolcptik aroma. mcntimun yang disimpanan pada suhu sejuk dan suhu ruang menghasilkan aroma mentimun yang disukai oleh panelis. Hingga hari ke-20 penyimpanan pada suhu sejuk masih mampu mempertahankan kesegaran rasa mentimun.
Suhu sejuk (20 - 25 "C) merupakan suhu optimal untuk penyimpanan
mentimun dan perlakuan pre-cooling selama 30 menit mampu mempertahankan
kesegaran mentimun hingga 20 hari penyimpanan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK