<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138765">
 <titleInfo>
  <title>PASAR INDUK DI KOTA BEUREUNEUN TEMA :</title>
  <subTitle>ARSITEKTUR PERILAKU</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Sulaiman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
PASAR INDUK DI KOTA BEUREUNEUN Oleh: Muhammad Sulaiman  NIM: 0704104010041  Manusia membutuhkan makanan untuk tetap hidup. Oleh karena itu, diperlukan wadah di mana barang kebutuhan sehari-hari dapat diperoleh. Sebuah pasar induk adalah jawabannya. Fasilitas ini akan terjadi  transaksi  dan  antara pedagang  pembeli melalui penukaran barang/jasa dengan uang dalam jumlah besar yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Aktivitas ekonomi di kabupaten  pidie lebih terarah ke kawasan kota beureuneun yang telah menjadi pusat ekonomi  di kabupaten pidie, tempat berbelanja bagi 250.000 jiwa penduduk 11 kecamatan disekitarnya. Selama ini yang terpatri di benak masyarakat bahwa pasar  merupakan sosok yang kotor, bau,  dan  becek. Melalui perancangan inilah  akan  dihilangkan anggapan buruk tersebut dengan merevitalisasi ruang dan  kawasan  secara optimal, agar dapat memenuhi dan mendukung sistem kegiatan pasar  dengan unsur-unsur yang saling berkaitan menjadi pole tertentu. menggunakan  tema arsitektur perilaku dan pertimbangan kondisi iklim setempat. Sehingga  bangunan dan kawasan yang dibangun sesuai dengan perilaku pemakai dan tetap mempertahankan karakteristik asli dari pasar tradisional hanya saja penampilannya yang lebih modem. Semua usaha yang dilakukan untuk  memperoleh data seperti observasi tempat, studi literatur, maupun wawancara  adalah untuk mewujudkan pasar yang nyaman, aman,  dan bersih bagi pemakai. Dengan perancangan yang tepat diharapkan dapat tercukupinya kebutuhan masyarakat, meningkatkan perekonomian rakyat, dan  menunjang penghasilan asal  daerah dari sektor perdagangan dan jasa.  &#13;
Kata kunci: pasar induk, perilaku pemakai, nyaman &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MARKETS - AREA PLANNING</topic>
 </subject>
 <classification>711.552 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138765</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-17 10:38:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-17 12:08:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>