RELEVANSI MODEL-MODEL PENILAIAN DAN PENGUKURAN LABA AKUN TANSI KONVENSIONAL TERHADAP AKUNTANSI SYARI' AH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RELEVANSI MODEL-MODEL PENILAIAN DAN PENGUKURAN LABA AKUN TANSI KONVENSIONAL TERHADAP AKUNTANSI SYARI' AH


Pengarang

Muhajir - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0311320203

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penulisan ini mengenai Relevansi Model-Model Penilaian dan Pengukuran
Laba Akuntansi Konvensional Terhadap Akuntansi Syari'ah, Memberikan gambaran
tentang keberadaan konsep laba dalam akuntansi syari'ah. Menjelaskan relevansi
konsep laba akuntansi konvensional dengan akuntansi syari'ah. Menunjukkan nilai­
nilai yang harus melckat dalam konsep laba dalam akuntansi syari'ah. Menjelaskan
implikasi konsep laba dalam akuntansi syari'ah dalam kaitannya dengan zakat dan
sistem tanpa bunga
Data-data yang berhubungan dengan penulisan ini diperoleh melalui dengan
cara membaca buku-buku, dan literature-literature untuk mengambil pengertian yang
ada hubungannya dengan pembahasan, di samping 1tu, penulis juga mengumpul data­
data dari penelitian Kepustakaan.
Hasil Penulisan menunjukkan bahwa historical cost merupakan pengeluaran
kas yang sebcnamya. Historical cost Juga dipandang scbagai nilai tukar barang dan
jasa pada saat perusahaan memperoleh barang dan jasa terse but. Nilai barang dan jasa
ini paling tidak adalah sama dengan cost pada saat perolehan sebab kalau tidak,
perusah aan mungkin tidak akan membelinya. Tidak ada bukti bahwa perusa haan akan
membeli barang dan jasa dengan harga yang lebih mahal. Jadi berdasarkan bukti yang
ada, historical cost itulah nilai barang dan jasa yang dibeli, tidak kurang dan tidak
lebih. Begitu juga dalam akuntansi Syari'ah laba merupakan pertambahan pada modal
pokok. Pertambahan nilai barang dan jasa baru bisa di catat sebagai pendapatan
setelah melakuka n transaksi. Begitu juga dengan setiap
(barter)
merupakan perdagangan terhadap apapun bentuk barang penggantinya. Sipelaku
bart er hanya menginginkan kaulitas barang atau jumlahnya, sedangkan laba adalah
kelebihan yang diperoleh atas nilai barang penganti.
Suatu hal yang sangat penting untuk diperkenalkan adalah bahwa penerapan
akuntansi syari'ah berdasarkan µaradigma syari'ah merupakan bagian yang sangat
berhubungan dengan
tauhid al-ibadah
(mengakui ke-Esa-an Allah scbagai pemilik
alam semesta ini. Hal yang lebih penting adalah penjabaran tersebut diharapkan dapat
diterima oleh semua golongan, khususnya bagi kelompok nonmuslim. Akuntansi
syari'ah adalah akuntansi yang dikembangkan bukan hanya dengan cara "tambal
sulam" terhadap akuntansi konvensional, akan tetapi merupakan pengembangan
filosofis terhadap nilai-nilai Al-qur'an yang diturunkan kedalam pemikiran teoritis
dan teknis akuntansi. mu'awadhah

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK