Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMANFAATAN AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KERUPUK
Pengarang
Novi Meliyanti - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9851511567
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tahu merupakan makanan yang eukup popular di kalangan masyarakat
Indonesia, dan dapat dijumpai di setiap tempat. Hal ini karena tahu enak dimakan
dan tahu juga mengandung nilai gizi yang cukup tinggi terutama sebagai sumber
protein. Pada proses pembuatan tahu akan menghasilkan limbah berupa ampas
tahu. Limbah tahu merupakan bahan sisa dalam bentuk padatan pasta dari bubur
kedelai yang diperas untuk diambil susunya pada pembuatan tahu.
Pemanfaatan limbah ampas tahu selama ini masih sangat terbatas dan
tidak termanfaatkan. Hanya sebahagian kecil limbah tahu padat berupa ampas
tahu yang dipakai untuk makanan ternak seperti sapi perah, unggas, dan ikan. Hal
ini disebabkan karena ampas tahu sangat mudah rusak dan tidak dapat disimpan
dalam waktu yang lama. Produk yang dapat dihasilkan dari pengolahan ampas
tahu adalah tempe gembus, keeap, tauco serta kerupuk. Penambahan tapioka pada
pembuatan kerupuk ini sebagai pengikat ampas tahu agar dapat dibuat menjadi
adonan.
Penelitian bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan limbah ampas segar
tahu menjadi kerupuk dan secara khusus untuk melihat pengaruh penambahan tapioka serta jenis pengeringan terhadap mutu kerupuk. Rancangan penelitian yang digunakan merupakan Rancangan Acak Kelompok
ini secara umum (RAK) faktorial pola 4 x 2 dengan 2 faktor yaitu: Faktor I: Perbandingan tapioka
dengan ampas tahu terdiri dari 4 taraf yaitu: PI = 30:70, P2 = 40:60.P3 = 50:50. P4 = 60:40. IE:
Faktor dari Metode pengeringan terdiri 2 taraf, yaitu:Tl = Pengeringan dengan sinar matahari danT2
= Pengeringan dengan oven 50° C. Dengan demikian terdapat 8 kombinasi perlakuan dan pengulangan sebanyak 3
kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Parameter yang diuji adalah : kadar
air, kadar protein. dan Uji Organoleptik. Data yang diperoleh dianalisi dengan
analisis sidik ragam serta diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor temperatur pengeringan berpengaruh nyata (P-0,05) terhadap kadar air. Sedangkan faktor
perbandingan tepung tapioka dan ampas tahu berpengaruh nyata (P-0,05) terhadap kadar protein
dan organoleptik rasa. Oleh karena itu berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa
kerupuk ampas tahu dengan pengeringan oven 50C (T2) dan perbandingan
tepung tapioka dan ampas tahu 30:70 (PI). Dengan karakteristik kadar air 10,05
%, kadar protein 12,79%, nilai organoleptik warna sebelum dan sesudah
penggorengan 3,32, nilai organoleptik kerenyahan 4,35 dan nilai organoleptik rasa
3.50.
Tidak Tersedia Deskripsi
PEMANFAATAN AMPAS TAHU DAN IKAN TONGKOL SEBAGAI SUBSTITUSI PROTEIN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG MAIZENA DALAM PEMBUATAN NUGGET (EVA DEWI, 2016)
KAJIAN PEMBUATAN KERUPUK WORTEL DENGAN PEMAMFAATAN AMPAS WORTEL (Tuanku Firdaus Syahputra, 2024)
PENGARUH PROPORSI AMPAS TAHU DAN PENAMBAHAN TEPUNG BATU KAPUR DALAM PEMBUATAN BOKASI (Mirza Alfisyahrin, 2016)
PENGARUH AMPAS TAHU SEBAGAIPAKAN ALTERNATIF DALAM RANSUM TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN AYAM BROILER (novita, 2014)
PEMANFAATAN AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP MANIS (Erdi, 2024)