Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS ENERGI DAN BIAYA POKOK PENGERINGAN PADA PENGERINGAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) MENGGUNAKAN PENGERING KABINET
Pengarang
Refli Safrizal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0805106010025
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2012
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L. ) berasal dari negara India.
Warnanya merah tua, kelopaknya tebal, dan berair (juicy), yang biasanya dapat
diproses menjadi jeli, saus, teh, sirup, selai, dan manisan. Salah satu tahap pentin g
dalam pembuatan teh bunga rosella adalah proses pengeringan. Pengering tipe
kabinet telah diuji untuk mengcringkan bunga rosclla. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui energi dan biaya pokok pengeringan bunga rosella
menggunakan pengering kabinet berbahan bakar arang tempurung kelapa.
Evaluasi performansi alat pengering dilakukan dengan menghitung jumlah
energi dan analisis biaya pokok pengeringan. Penelitian ini dilakukan dalam dua
tahap yaitu tahap uji kosong dan tahap uji pengeringan bunga rosella. Analisa data
yang dihitung adalah energi pembakaran, energi listrik, energi untuk memanaskan
udara pengering, energi untuk menaikkan suhu produk, energi untuk penguapan,
efisiensi pengeringan, dan biaya pokok pengeringan.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa untuk pengeringan tanpa beban telah
dilakukan selama 6 jam. Tingkat konsumsi arang tempurung kelapa adalah
I kg/jam. Jumlah energi yang diberikan untuk pembakaran arang tempurung
kelapa tersebut adalah 109,2 MJ, dan jumlah energi listrik yang diberikan adalah
10,83 MJ. Dengan demikian total energi masukan adalah 120,03 MJ. Pada
pengujian dengan beban sebanyak 7,5 kg bunga rosella, proses pengeringan
berlangsung selama 17 jam untuk mencapai kadar air akhir rata-rata sebesa r
11, 76%. Total arang tempurung kelapa yang digunakan adalah 17 kg, sehingga
jumlah energi pemakaiannya menjadi 309,4 MJ. Energi listrik yang digunakan
juga meningkat sehingga meningkatnya waktu pengeringan (24,03 MJ). Selama
proses pengeringan tersebut, jumlah energi yang digunakan untuk pemanasan
udara adalah 270,25 MJ, jumlah encrgi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu
bunga rosella adalah 0,71 MJ, dan jumlah energi yang dibutuhkan untuk
menguapkan air bunga rosclla adalah 15 MJ. Nilai efisiensi pengeringan bunga
rose Ila adalah 4, 71 %. Analisis biaya pokok pengeringan bunga rosella
menunjukkan bahwa biaya pokok pengeringan bunga rosella adalah 30.250/kg.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGERINGAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE KABINET (Teuku Merza Anwari, 2024)
APLIKASI PENGERING KABINET YANG DILENGKAPI PENUKAR PANAS BERBAHAN BAKAR BIOMASSA UNTUK PENGERINGAN IRISAN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) (Rubi Akbar, 2024)
ANALISIS EFISIENSI DAN EKONOMI PADA ALAT PENGERING SURYA UNTUK PENGERINGAN BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) (Irvan Hilmi Mudir, 2024)
MODIFIKASI PENGERING TIPE TRAY DRAYER DENGAN PENAMBAHAN INSULATOR (Iqbal Fahri Tobing, 2019)
PENGARUH EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SEBAGAI PENYEBAB KANDIDIASIS RONGGA MULUT SECARA IN VITRO (Faolyna, 2023)