<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138691">
 <titleInfo>
  <title>UJI KINERJA ALAT PENGERING TIPE BAK DENGAN SUMBER PANAS DARI HEATER UNTUK PENGERINGAN GABAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yunny Mustika Sucy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengeringan merupakan salah satu proses pengurangan kandungan air sampai&#13;
batas tertentu, dengan prinsipnya menghilangkan atau mengeluarkan sebahagian&#13;
kandunganair dari suatu bahan dengan cara pemanasan untuk menguapkan air pada&#13;
bahan tersebut. Proses pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu&#13;
pengeringan secara alamiah dan buatan. Pada penelitian ini penulis mclakukan studi&#13;
eksperimental tentang uji kinerja alat pengering tipe bak dengan sumber panas dari&#13;
heater untuk pengeringan gabah.&#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum dari alat&#13;
pengering tipe bak pada pengeringan gabah yaitu pada dis tribu si temperatur,&#13;
kclcmbaban relatif, jumlah konsumsi energi listrik dan pcrsentase kadar air akhir.&#13;
               Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa distribusi temperatur ruang&#13;
pengering rata-rata pada ketcbalan bahan 15 cm yaitu 34,20C, pada ketebalan 10 cm&#13;
yaitu 35,46C dan pada ketcbalan 5 cm adalah 34,44C. Kelembaban relatif ruang&#13;
pengering rata-rata pada ketebalan 5 cm yaitu 65,33 %, sedangkan pada ketebalan I 0&#13;
cm yaitu 70,5 % dan pada ketebalan 15 cm adalah 84,40 &#13;
Kadar air rata-rata yang diperoleh pada ketebalan 5 cm yaitu 15,60 %. Sedangkan untuk biaya konsumsi&#13;
energi listrik untuk satu kali pengeringan dengan ketebalan  %. cm sebesar Rp 2.686,­&#13;
Untuk ketebalan 10 cm sebesar Rp 5.374,- dan untuk ketebalan 15 cm sebesar Rp 9.849,-. &#13;
               Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi optimum pada alat&#13;
pengering tipe bak diperoleh pada perlakuan dengan ketebalan tumpukan bahan 5 cm&#13;
dimana rata-rata temperatur ruang pengcring adalah (34,44C), kelembaban relatifnya&#13;
(65,33 %) dan kadar air akhir adalah (15,60 %) dengan konsumsi energi listrik Rp &#13;
2.686,- untuk 6 jam pengeringan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>631.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138691</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-16 12:12:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-17 09:37:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>