GEDUNG KONVENSI DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GEDUNG KONVENSI DI BANDA ACEH


Pengarang

Ika Dara Safira - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604104010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Provinsi Aceh telah diberikan wewenang untuk mengelola pemerintahan daerahnya sendiri. Hal ini menjadi motivasi serta tanggung jawab yang besar untuk memajukan perekonomian dan pembangunan daerah diberbagai sektor agar lebih maksimal. Salah satu cara untuk lebih mengembangkan sektor bisnis dan pariwisata ini, perlu adanya upaya menjadikan Banda Aceh menjadi salah satu Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia. lndustri MICE bertujuan untuk meningkatkan citra dari suatu daerah sebagai tujuan pariwisata yang aman, kerja sama antar daerah dan negara, memacu investasi, serta membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.

Mengamati perkembangan Aceh yang sudah semakin maju disegala bidang, ditambah lagi belakangan ini semakin marak diagendakan perhelatan besar yang bertaraf nasional, regional bahkan ada yang berskala Internasional yang tentu saja melibatkan banyak sekali peserta, rasanya saat ini adalah saat yang tepat untuk diimplikasikannya suatu wacana dibangunnya sebuah gedung konvensi yang berstandar lnternasional. Hal ini dikarenakan gedung pertemuan di kota Banda Aceh yang ada saat ini hanya berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan resepsi dan pertemuan biasa dan kapasitas yang disediakan sangat terbatas. Sehingga banyak kegiatan yang bertaraf lnternasional tidak bisa didakan di Banda Aceh dikarenakan tidak adanya fasilitas yang memadai.

Dalam perancangan bangunan ini, tema yang dipilih adalah Ekspresionisme Arsitektur. Dimana bangunan yang akan dirancang merupakan ekspresi yang dari si perancang itu sendiri. Pendekatannya dilakukan terhadap karakter dan identitas daerah Aceh. Hal ini bertujuan agar bangunan Gedung Konvcnsi di Banda Aceh ini memiliki ciri khas tersendiri dari kota-kota lain yang juga memiliki bangunan gedung konvensi.


Kata kunci: Gedung Konvensi, Pariwisata, Ekspresionisme
















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK