<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138667">
 <titleInfo>
  <title>GEDUNG  KONVENSI DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ika Dara Safira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi   Aceh   telah   diberikan   wewenang   untuk   mengelola   pemerintahan daerahnya sendiri.  Hal  ini  menjadi  motivasi  serta tanggung jawab  yang besar untuk memajukan perekonomian  dan pembangunan daerah diberbagai  sektor agar lebih  maksimal.  Salah  satu cara untuk lebih  mengembangkan sektor bisnis  dan pariwisata  ini, perlu adanya  upaya  menjadikan Banda Aceh menjadi salah  satu Kota MICE (Meeting,  Incentive,  Convention,  Exhibition)  seperti kota-kota besar lainnya  di  Indonesia.  lndustri  MICE  bertujuan  untuk  meningkatkan citra  dari suatu daerah sebagai tujuan  pariwisata  yang aman, kerja  sama antar daerah dan negara, memacu investasi, serta membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.&#13;
&#13;
Mengamati perkembangan Aceh yang sudah semakin maju disegala bidang, ditambah  lagi belakangan ini semakin marak diagendakan  perhelatan besar yang bertaraf nasional, regional   bahkan ada yang berskala Internasional  yang tentu saja melibatkan  banyak sekali  peserta, rasanya saat ini adalah  saat yang tepat untuk diimplikasikannya suatu wacana dibangunnya sebuah gedung konvensi yang berstandar lnternasional.  Hal  ini  dikarenakan gedung pertemuan di  kota Banda Aceh yang ada saat ini  hanya berfungsi sebagai tempat  penyelenggaraan  resepsi dan  pertemuan biasa  dan  kapasitas  yang disediakan sangat terbatas.  Sehingga banyak kegiatan  yang bertaraf lnternasional  tidak  bisa  didakan di  Banda Aceh dikarenakan  tidak adanya fasilitas yang memadai.&#13;
&#13;
Dalam perancangan bangunan ini, tema yang dipilih adalah  Ekspresionisme Arsitektur.  Dimana  bangunan yang akan dirancang merupakan ekspresi  yang dari si perancang itu sendiri.  Pendekatannya dilakukan terhadap karakter dan identitas daerah Aceh.  Hal  ini  bertujuan  agar bangunan Gedung Konvcnsi  di  Banda Aceh ini  memiliki  ciri  khas tersendiri  dari  kota-kota lain  yang juga  memiliki  bangunan gedung konvensi.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci:  Gedung Konvensi, Pariwisata,  Ekspresionisme&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138667</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-16 10:35:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-16 10:35:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>