Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE PENJADWALAN CRITICAL PATH METHOD ( CPM)( STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SD NEGERI 52 DESA PEUNYERAT KOTA BANDA ACEH )
Pengarang
Iwan Jumadi Putra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0004101010935
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik.,
Bahasa
Indonesia
No Classification
692.5
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perencanaan dan pengendalian proyek yang digunakan oleh kontraktor pada pembangunan gedung SD Negeri 52 Banda Aceh menggunakan metode bagan balok (bar chart) dan kurva-S. Pada metode bagan balok dan kurva-S tidak memperlihatkan lintasan kritis. Lintasan kritis adalah jalur yang memiliki rangkaian komponen-komponen kegiatan dengan total jumlah waktu terlama dan menunjukkan kurun waktu penyelesaian proyek yang tercepat. Ruang lingkup perancangan ini adalah merencanakan waktu terhadap semua item pekerjaan pada Proyek Pembangunan Gedung SD Negeri 52 Peunyerat, dari pekerjaan persiapan sarnpai dengan pekerjaan akhir berdasarkan pemerataan jurnJah tenaga kerja. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk merencanakan penjadwalan dengan menggunakan metode Critical Path Method dan pengendalian tenaga kerja untuk
menghindari terjadinya overallocation (melebihi jumlah maksimum yang tersedia)
pada penggunaan tenaga kerja. Perencanaan ini dimulai dengan menguraikan komponen pekerjaan, dilanjutkan dengan penentuan durasi kegiatan dengan memperkirakan jumlah tenaga kerja tiap item pekerjaan berdasarkan SNI- 2002, serta menganalisis alokasi kebutuhan tenaga kerja. Proses penjadwalan menggunakan metode critical path method. Perancangan jadwal dibuat dalam dua altematif. Pada alternatif I diasumsikan jumlah tenaga kerja tidak terbatas, dengan waktu yang terbatas. Pada alternatif II diasumsikan jumlah tenaga kerja yang terbatas dengan waktu yang tidak terbatas. Hasil yang diperoleh dari perencanaan ini adalah pada alternatifl diperoleh durasi proyek selama 180 hari denganjumlah tenaga kerja yang direncanakan berjumlah 130 orang. Pada alternatif II, diperoleh durasi proyek selama 201 hari dengan jumlah tenaga kerja yang direncanakan berjumlah 115 orang. Kesimpulan yang diperoleh adalah jumlah tenaga kerja yang dialokasikan harus sesuai dengan durasi proyek, sehingga pada saat proyek akan berjalan, jumlah tenaga kerja yang tersedia sesuai dengan kebutuhan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG (RIFAT ADITYA HAWARI, 2020)
FAKTOR-FAKTOR PENERAPAN LEAN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH (Zulhelmi Andika, 2022)
IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN RISIKO BIAYA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI BANDA ACEH (YOSI ARMIDA, 2020)
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION WASTE PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH (SITI NURKHALIZA, 2023)
FAKTOR-FAKTOR IMPLEMENTASI GREEN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI PROVINSI ACEH (TARMIZI, 2021)