<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138635">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA MUTU BERAS (ORYZA SATIVA L.) DAN KINERJA PADA PT. BERINDO PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Reni Purwina Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beras (Oryza sativa L.) merupakan makanan pokok bangsa Indonesia yang&#13;
dikonsumsi oleh lebih dari 40% penduduk Indonesia. Kebutuhan akan beras semakin&#13;
meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Beras adalah gabah yang&#13;
bagian kulitnya sudah dibuang dengan cara digiling dan disosoh dengan&#13;
menggunakan alat pengupas, penggiling (huller) dan penyosoh (polisher). Secara &#13;
umum, mutu beras dapat ditentukan dari derajat sosoh, kadar air, beras kepala, beras &#13;
patah, butir gabah, butir mengapur, dan butir menir. Konsep mutu merupakan &#13;
gabungan atribut produk yang dinilai secara organoleptik (warna, tekstur, rasa dan&#13;
bau). Penyebaran fungsi kualitas atau Quality Function Deployment (QFD) adalah &#13;
sebagai suatu proses atau mekanisasi terstruktur untuk menentukan kebutuhan &#13;
konsumen dan menerjemahkan kebutuhan itu ke dalam spesifikasi teknis yang &#13;
relevan, dimana masing-masing area fungsional dan level organisasi dapat mengerti &#13;
dan bertindak (Nasution, 2005). &#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk. mendapatkan persepsi responden ahli (expert)&#13;
terhadap atribut-atribut penting yang dimiliki oleh beras dan mengidentifikasi &#13;
spesifikasi kinerja dari PT. Berindo dalam memproduksi beras serta menyusun&#13;
altematif strategi pengembangan produk yang dapat dilakukan dalam proses &#13;
pengolahan gabah. Penelitian ini menggunakan 30 (tiga puluh) orang responden ahli &#13;
(expert) untuk menentukan atribut mutu beras yang terdiri dari&#13;
4 (empat) orang dari  PT. Berindo, 4 (empat) orang dari Bulog, 6 (enam) oran g dari &#13;
Usaha Penggilingan Beras, 4 (empat) orang dari Distributor beras,7 (tujuh) orang dari Dinas Pertanian,&#13;
dan 5 (lima) dari Staf Pengajar Perguru an Tinggi. Analisa (QFD) digunakan untuk &#13;
menganalisa kasus ini. QFD mengidentifikasikan kebutuhan konsumen dan&#13;
menterjemahkannya ke dalam rencana pengembangan produk.&#13;
               Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi atribut beras yang penting&#13;
dari basil survei dengan responden ahli diperoleh 13 prioritas, yaitu : kebersihan,&#13;
bebas hama/serangga, derajat sosoh, butir gabah, kadar air, warna, aroma, butir&#13;
menir, desain kemasan yang menarik/labeling, pelayanan, butir mengapur, beras &#13;
kepala, dan butir patah. Sedangkan spesifikasi kinerja dari PT. Berindo dalam proses&#13;
pengolahan gabah menjadi beras &#13;
terdiri &#13;
dari &#13;
pengeringan gabah, &#13;
penggilingan/pemecah kulit, penyosohan beras, pemolesan clan pengemasan.&#13;
Perusahaan dapat menjaga persentase dari kadar air, beras kepala, butir patah, butir &#13;
gabah dan butir mengapur agar sesuai dengan SN! yang ditetapkan yaitu dari proses &#13;
pengeringan gabah dengan alat grain moisture lester serta dapat melakukan &#13;
pengulangan l (satu) kal i lagi pada proses penyosohan dan pengayakan sehingga&#13;
butir gabah dapat terpisah secara maksimal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - FOOD CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RICE COMMERCIAL PROCESSING - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>633.18</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138635</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-15 16:33:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-16 12:12:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>