PERENCANAAN PENAMPANG SALURAN SEKUNDER DRAINASE KOTA LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN PENAMPANG SALURAN SEKUNDER DRAINASE KOTA LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA


Pengarang

Farid Wadjidi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9841111972

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.54

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perencanaan penampang saluran sekunder drainase Kota Lhoksukon daerah
layanan I sampai dengan daerah layanan V dengan luas ± 300 ha dibagi dalam IX sub
sistem daerah layanan, dengan X jalur saluran sekunder yang melayaninya. Daerah
layanan I dibagi kedalam IV sub sistem daerah layanan, yaitu sub sistem I.A, l.B, I.C,
1.0, dan I.E. Sub sistem daerah layanan I.A, I.B, LC, I.D, dan L.E dilayani oleh jalur
saluran sekunder SSDL-1.1, SSDL-1.2, SSDL-1.3, dan SSDL-14 yang bcrrnuara pada
Alue Buket dengan masing-masing titik outlet yang berbeda. Pada daerah layanan II, III,
dan V tidak terjadi pembagian sub sistem. Sub sistem daerah layanan II, III dan V
merupakan daerah layanan itu sendiri. Sub sistcm II, Ill dan V dilayani olehjalur saluran
sekunder SSDL-II, SSDL-II, dan SSDL-V yang bermuara pada Krueng Keureuto dan
Alue Buket dengan masing--masing titik outlet yang berbeda. Daerah layanan IV dibagi
kcdalam II sub sistem daerah layanan, yaitu sub sistem IV.A dan IV.B, dilayani oleh
jalur saluran sekunder SSDL-IV.I dan SSDL-IV.2 yang bermuara pada Alue Matang
Tengoh. Teori dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam perencanaan ini adalah meliputi
analisa hidrologi untuk mendapatkan besarnya curah hujan rencana serta analisa
hidrolika yang berkaitan erat dengan perencanaan hidrolis saluran. Data curah hujan yang
dipakai adalah data curah hujan harian maksimum tahunan dari Stasiun 177 Lhoksukon.
Hujan rencana diperoleh dari perhitungan statistik dengan sebaran Gumbel. Debit banjir
rencana dihitung berdasarkan peta tata guna lahan yang telah direncanakan dalam
Rencana Tata Ruang Kata pada tahun 2002.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK