<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138557">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PENGERINGAN GAPLEK UBI KAYU (MANNIHOT ESCULENTA CRAFT) DENGAN MENGGUNAKAN PENGERING SURYA TIPE EFEK RUMAH KACA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arjuna Rinaldi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ubi kayu merupakan salah satu alternatif sumber karbohidrat yang cukup &#13;
penting, karena kandungan gizinya relatif tinggi sehingga mempunyai harapan untuk &#13;
dikembangkan sebagai makanan sclingan pengganti beras. Ubi kayu tanaman yang&#13;
berasal dari Brazil ini juga sering disebut dengan ketela pohon. Pengeringan&#13;
merupakan salah satu rantai penanganan pasca panen ubi yang sangat kritis.&#13;
Pengeringan secara tradisonal selama ini merupakan salah satu penyebab turunnya &#13;
mutu bahan hasil penanganan pasca panen. Pengeringan seperti ini membutuhkan&#13;
waktu yang relatif lama. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi yang efektif dalam&#13;
proses pengeringan, yaitu dengan menggunakan pcngering buatan yang diversifikasi&#13;
energi dengan memanfaatkan energi alternatif berupa energi matahari sebagai&#13;
sumber panas dan biomassa scbagai suplemen panas.&#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengeringan gaplek&#13;
ubi kayu yang menggunakan pengering surya tipe efek rumah kaca dengan sumber&#13;
panas tambahan berbahan bakar sekam. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di&#13;
Laboratorium Pasca Panen Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas&#13;
Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh pada bulan Juli sampai Agustus 2010.&#13;
               Alat yang digunakan pada penelitian adalah pengering surya tipe efak rumah&#13;
kaca, termometer, timbangan analitik, anemometer, solarimeter, stopwatch. Bahan&#13;
yang digunakan ubi kayu.&#13;
               Hasil penelitian memperlihatkan pengujian selama 2 hari pengeringan gaplek&#13;
ubi kayu, suhu rata-rata ruang pengering hari I yang mendistribusikan panasnya ke&#13;
rak pengering belum mencapai pada suhu pengeringan yang diharapkan karena pada&#13;
hari I rendahnya suhu disebabkan oleh kuantitas air bahan yang diuapkan masih&#13;
terlalu besar, sehingga dapat menurunkan suhu pada ruang dan rak pengering,&#13;
sehingga suhu rata-rata yang terbaik diperoleh pada pengukuran hari II, yaitu pada&#13;
rak 6 dan 7 sebesar 46.6C. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh radiasi&#13;
matahari yang lebih dominan memancarkan panasnya pada 2 rak ini, panas dari&#13;
suplemen pembakaran biomassa dan laju aliran udara ruang pengering yang&#13;
membawa uap air menuju pembuangan. Untuk temperatur lingkungan, dimana pada &#13;
hari I temperatur rata-rata sebesar 334'C dan pada hari II temperatur rata-rata&#13;
sebesar 34,6&quot;C. RH pada hari I pada ventilasi A, nilai RH tertinggi 79% dan terendah&#13;
29,7%. RH tertinggi pada ventilasi B 85,7% dan terendah sebesar 27.3%. Untuk&#13;
lingkungan RH tertinggi sebesar 85,7% dan terendah 55,5%. Distribusi RH pada hari &#13;
I kedua ventilasi memperlihatkan sangat berbeda dengan lingkungan, dimana RH&#13;
ventilasi A dan ventilasi B berfluktuasi secara signifikan dibandingkan lingkungan.&#13;
Pada ventilasi A, RH tertinggi diperoleh sebesar 85,2%, terendah diperoleh sebesar&#13;
32.2%. Pada ventilasi B, RH tertinggi diperoleh sebesar 92,4% dan yang terendah&#13;
sebesar 26.3%, dan untuk lingkungan, RH tertinggi sebesar 92.7% dan terendah&#13;
sebesar 51,6%. Dari kedua hari pengujian, iradiasi surya rata-rata tertinggi diperoleh&#13;
pada hari pertama dan terendah pada hari kedua, hal ini membuktikan bahwa nilai &#13;
iradiasi  matahari yang diperoleh tidak konstan karena pengaruh cuaca. Nilai&#13;
kecepatan udara antara ruang pengering dan lingkungan memperlihatkan pola yang&#13;
berbeda. Pada hari I ruang pengering nilai tertinggi diperoleh sebesa r 0,6 m/s dan&#13;
terendah 0,I m/s, untuk lingkungan nilai tertinggi diperoleh sebesar 3,6 m/s dan&#13;
terendah 0,4 m/s. Pada hari II ruang pengering nilai tertinggi diperoleh sebesar 0,5&#13;
m/s dan terendah 0.I m/s, untuk lingkungan nilai tertinggi diperoleh sebesar 2.6 m/s&#13;
dan terendah 0,4 m/s. Dari pengujian yang dilakukan selama 2 hari, kadar air gaplek&#13;
ubi kayu yang terendah diperoleh pada rak A8 sebcsar 3,5 %, tertinggi pada rak B5&#13;
sebesar 10,5 %. Untuk lingkungan, kadar air akhir yang diperoleh menunjukkan&#13;
masih tinggi, yang belum mencapai batas yang diharapkan. Kadar pati yang&#13;
diperoleh dari ubi basah sebesar 71.4 % menjadi pati tepung 24,6 %. Waktu yang&#13;
dibutuhkan untuk pengeringan gaplek ubi kayu dengan menggunakan alat pengering&#13;
ini yaitu 18 jam (2 hari), diperoleh nilai kapasitas laju pengeringan sebesar 0,83&#13;
kg/jam dengan suhu rata-rata ruang pengering sebesar 40 &quot;€ 45 C. Untuk total&#13;
konsumsi sekam padi pada alat pengering surya yaitu sebesar 15,6 kg dan untuk&#13;
minyak tanah sebesar 330 ml. Jumlah energi listrik yang digunakan untuk&#13;
menggerakkan kipas pada alat pengerin g ini sebesar 2177280 Joule.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CASSAVA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>631.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138557</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-15 10:05:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-15 10:16:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>