<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138509">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN FILM SELULOSA DARI AMPAS KOPI BEKAS      (SPENT COFFEE GROUND) DENGAN BAHAN PENGISI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CALBIN) SEBAGAI PENGEMAS MAKANAN ALTERNATIF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Halimahtun Sadiah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S2)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk membuat film selulosa dari ampas kopi bekas (spent coffee ground) dengan bahan pengisi minyak nilam (pogostemon calbin) sebagai pengemas makanan alternatif. Selulosa untuk pembuatan film selulosa diisolasi dari ampas kopi bekas dengan metode kimia. Selulosa berhasil diisolasi dari ampas kopi bekas yang dibuktikan dengan spektrum FT-IR yang tidak menemukan adanya puncak serapan dari lignin dan hemiselulosa serta difraktogram XRD yang menampilkan indeks kristalinitas dari selulosa sebesar 31,37 %. Empat variasi film dibuat yaitu film selulosa (Film Sel), film selulosa gliserol (Film Sel G), film selulosa minyak nilam (Film Sel N) dan film selulosa gliserol minyak nilam (Film Sel GN). Penambahan gliserol dan minyak nilam menurunkan nilai kuat tarik film selulosa yaitu dari 5,88 MPa menjadi 1,93 MPa, namun meningkatkan nilai % elongasi 3,08 % menjadi 9,04 % dimana sifat film yang awalnya kaku menjadi lebih elastis. Karakterisasi dengan FT-IR membuktikan terbentuknya film sel GN memunculkan bilangan gelombang khas dari selulosa, gliserol dan minyak nilam. Difraktogram XRD pada sampel film selulosa menunjukkan indeks kristalitas 33,68% dan terjadi penurunan indeks kristalinitas pada Film Sel GN menjadi 21,64% yang dipengaruhi oleh gliserol dan minyak nilam. Hasil uji scanning electron microscopy pada Film Sel GN menunjukkan permukaan film yang lebih renggang yang membuktikan gliserol dan minyak nilam berhasil masuk diantara ikatan molekul selulosa. Hasil uji aktifitas antibakteri menghasilkan film Fim Sel GN yang mampu menghambat bakteri staphylococcus aureus dengan ukuran zona bening 6,35 dan 7,8 mm.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138509</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 17:13:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 17:58:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>