<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138485">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN SISTEM KERJA BERBASIS ERGONOMI RNUNTUK MEMINIMALKAN RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PROSES PRODUKSI TAHU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Ita Erliana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Usaha Mikro Kecil Menengah atau lebih dikenal dengan UMKM merupakan pilar dari perekonomian dan penyedia lapangan kerja terbesar di Indonesia. Pada umumnya UMKM masih melakukan proses produksi secara konvensional sehingga masih dominan menggunakan tenaga manusia. Penelitian ini dilakukan pada UMKM tahu yang ada di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Berdasarkan hasil observasi proses produksi tahu masih menggunakan tenaga manusia khususnya aktivitas pemerasan bubur tahu pada stasiun kerja penyaringan. Aktivitas ini dilakukan setiap hari dengan frekuensi pengulangan yang tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan penilaian postur pekerja, menganalisis waktu dan gerakan kerja serta melakukan perbaikan sistem kerja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA); work, and time study dan ergonomi partisipatori. Penilaian postur kerja pekerja pada setiap stasiun kerja menggunakan REBA menghasilkan nilai tertinggi adalah 13 pada stasiun kerja penyaringan. Ini menunjukkan bahwa postur pekerja selama proses penyaringan menimbulkan risiko yang sangat tinggi dan membutuhkan perbaikan segera.  Hasil perhitungan waktu kerja menunjukkan rata-rata waktu standar pekerja penyaringan menggunakan ayunan adalah 31,21 menit sementara waktu standar untuk penyaringan menggunakan kain peras adalah 14,4 menit. Hasil analisis gerakan pekerja menunjukkan terdapat 14 gerakan yang belum sesuai dengan prinsip ekonomi gerakan. Hasil dari ergonomi partisipatori adalah pembuatan alat saring yang ergonomis dan disesuaikan dengan dimensi tubuh pekerja. Alat ini sudah diujicoba pada pekerja penyaringan tahu. Hasil uji coba alat ini adalah tingkat risiko pekerja berkurang dari skor 13 (risiko sangat tinggi) menjadi 4 (risiko sedang), waktu standar penyaringan berkurang menjadi 4,45 menit dan hampir semua gerakan pekerja memenuhi prinsip ekonomi gerakan. &#13;
&#13;
Kata kunci : Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire, ergonomi partisipatori, Musculoskeletal disorders, Motion time study, Rapid Entire Body Assessment. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138485</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 15:57:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 16:07:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>