<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138483">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI PULAU BALAI ACEH SINGKIL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZUHDI FIRDAUS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sampah merupakan barang yang berasal dari kegiatan manusia yang tidak lagi digunakan, baik tidak dipakai, tidak disenangi, ataupun yang dibuang. Sampah juga merupakan sektor penyumbang gas rumah kaca karena menghasilkan gas metana. Setiap tahunnya sampah menjadi permasalahan yang sulit terselesaikan di Pulau Balai. Penuhnya sampah di TPA Pulau Balai mengakibatkan nilai estetika lingkungan yang buruk, berkurangnya minat para wisatawan lokal maupun asing, tercemarnya udara bahkan berpengaruh kepada kesehatan. Agar timbunan sampah dapat terurai melalui proses alam, diperlukan jangka waktu yang lama dan diperlukan penanganan dengan biaya yang besar, itulah sebabnya perlu dilakukan cara seperti Mengurangi jumlah sampah (minimising waste) dengan cara menghindari pemakaian barang sekali pakai seperti plastik dan Meningkatkan penggunaan kembali sampah dan daur ulang sampah yang berwawasan lingkungan dengan cara menjalankan Bank Sampah yang telah dibangun.&#13;
Masyarakat Pulau Balai umumnya membuang sampah dengan 3 cara yakni membuang ke TPA, membakar atau bahkan membuangnya ke laut. Namun karena kondisi TPA yang tidak dikelola dengan baik mengakibatkan menumpuknya sampah disepanjang jalan menuju ke TPA. hal itu membuat nilai estetika lingkungan yang buruk, tercemarnya udara bahkan berpengaruh kepada kesehatan.&#13;
Strategi yang tepat dalam pengelolaan sampah di Pulau Balai yaitu dengan cara meningkatkan penggunaan kembali sampah dan daur ulang sampah yang berwawasan lingkungan dengan cara menjalankan Bank Sampah yang telah dibangun. Mengurangi jumlah sampah (minimising waste) dengan cara menghindari pemakaian barang sekali pakai seperti plastik. Umumnya sampah laut yang ditemukan pada lokasi penelitian berupa sampah plastik, kain, kaca dan keramik, logam, kertas dan kardus, karet dan busa plastik. Namun, jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah berjenis plastik. Total sampah makro dan meso yang dikumpulkan pada 10 transek pengamatan berjumlah 818  dengan berat 35661g.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138483</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 15:56:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 16:16:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>