Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI PULAU BALAI ACEH SINGKIL
Pengarang
ZUHDI FIRDAUS - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ashabul Anhar - 196606291990031002 - Dosen Pembimbing I
Lola Adres Yanti - 199001292019032017 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1805110010021
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian (S1)., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Sampah merupakan barang yang berasal dari kegiatan manusia yang tidak lagi digunakan, baik tidak dipakai, tidak disenangi, ataupun yang dibuang. Sampah juga merupakan sektor penyumbang gas rumah kaca karena menghasilkan gas metana. Setiap tahunnya sampah menjadi permasalahan yang sulit terselesaikan di Pulau Balai. Penuhnya sampah di TPA Pulau Balai mengakibatkan nilai estetika lingkungan yang buruk, berkurangnya minat para wisatawan lokal maupun asing, tercemarnya udara bahkan berpengaruh kepada kesehatan. Agar timbunan sampah dapat terurai melalui proses alam, diperlukan jangka waktu yang lama dan diperlukan penanganan dengan biaya yang besar, itulah sebabnya perlu dilakukan cara seperti Mengurangi jumlah sampah (minimising waste) dengan cara menghindari pemakaian barang sekali pakai seperti plastik dan Meningkatkan penggunaan kembali sampah dan daur ulang sampah yang berwawasan lingkungan dengan cara menjalankan Bank Sampah yang telah dibangun.
Masyarakat Pulau Balai umumnya membuang sampah dengan 3 cara yakni membuang ke TPA, membakar atau bahkan membuangnya ke laut. Namun karena kondisi TPA yang tidak dikelola dengan baik mengakibatkan menumpuknya sampah disepanjang jalan menuju ke TPA. hal itu membuat nilai estetika lingkungan yang buruk, tercemarnya udara bahkan berpengaruh kepada kesehatan.
Strategi yang tepat dalam pengelolaan sampah di Pulau Balai yaitu dengan cara meningkatkan penggunaan kembali sampah dan daur ulang sampah yang berwawasan lingkungan dengan cara menjalankan Bank Sampah yang telah dibangun. Mengurangi jumlah sampah (minimising waste) dengan cara menghindari pemakaian barang sekali pakai seperti plastik. Umumnya sampah laut yang ditemukan pada lokasi penelitian berupa sampah plastik, kain, kaca dan keramik, logam, kertas dan kardus, karet dan busa plastik. Namun, jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah berjenis plastik. Total sampah makro dan meso yang dikumpulkan pada 10 transek pengamatan berjumlah 818 dengan berat 35661g.
Waste is items originating from human activities that are no longer used, either unused, disliked, or thrown away. Waste is also a sector that contributes to greenhouse gases because it produces methane gas. Every year, waste becomes a problem that is difficult to solve on Balai Island. The large amount of rubbish in the Balai Island landfill results in poor environmental aesthetic value, reduced interest from local and foreign tourists, air pollution and even has an impact on health. In order for piles of waste to decompose through natural processes, it takes a long time and requires handling at a large cost, therefore it is necessary to use methods such as reducing the amount of waste (minimising waste) by avoiding it. use of single-use items such as plastic and increase the reuse and recycling of waste in an environmentally friendly manner by running a Waste Bank that has been built. The people of Balai Island generally dispose of their rubbish in 3 ways, namely throwing it in a rubbish dump, burning it or even throwing it into the sea. However, because the condition of the landfill is not managed properly, it results in the accumulation of rubbish along the road to the landfill. This causes poor environmental aesthetic value, air pollution and even impacts on health. The appropriate waste management strategy on Balai Island is to increase the reuse and recycling of environmentally friendly waste by running a Waste Bank that has been built. Reducing the amount of waste (minimising waste) by avoiding the use of single-use items such as plastic. Generally, marine waste found at research locations is in the form of plastic, cloth, glass and ceramics, metal, paper and cardboard, rubber and foam plastic. However, the type of waste that is most often found is plastic. The total macro and meso waste collected in the 10 observation transects was 818 pieces with a weight of 35661g.
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI PULAU BALAI ACEH SINGKIL (ZUHDI FIRDAUS, 2024)
SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DALAM UPAYA MENCIPTAKAN KOTA YANG BERKELANJUTAN ( STUDI TENTANG SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH PADA UNIVERSITAS SYIAH KUALA ) (Aris Munandar, 2024)
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN ACEH TENGAH (AMRIAN BAHTERA, 2020)
PENGARUH STATUS EKONOMI TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI GAMPONG GEUCE INEUM KOTA BANDA ACEH (DELSAN MAULANA, 2019)
TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA BANDA ACEH (TEUKU M HAFIZH, 2018)