Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
VISUALISASI MEMORI KOLEKTIF RUMAH TRADISIONAL MENTAWAI DALAM PENGARUH KEPERCAYAAN ARAT SABULUNGAN
Pengarang
MUHAMAD HANIF IRYA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Cut Dewi - 197807152002122002 - Dosen Pembimbing I
Masdar Djamaluddin - 197105211999031002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1704104010104
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Penerbit
Banda Aceh : FT Arsitektur., 2024
Bahasa
Indonesia
No Classification
725.145 981 2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memvisualisasikan bentuk uma serta komponen Arat Sabulungan sebelum peristiwa Rapat Tiga Agama, dengan memanfaatkan memori kolektif masyarakat Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menggunakan pendekatan kualitatif dalam arsitektur dengan fokus sosial, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan tetua suku dan tokoh adat, serta tinjauan literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan divisualisasikan menggunakan aplikasi SketchUp dan Lumion untuk menghasilkan representasi 2D dari uma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen atap uma termasuk jengger panjang, dedebugug, kabitat, serta ornamen tumbuhan dan elang memiliki makna estetika dan spiritual yang mendalam. Zona-zona dalam uma, seperti Patitikat, Jairabba', Abut Kerei, Batpuiligat, dan Matat Lalep, mengungkapkan fungsi sosial dan ritual yang kompleks dalam kehidupan masyarakat Mentawai. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap dokumentasi dan pelestarian arsitektur tradisional serta pemahaman tentang peran budaya uma dalam masyarakat.
This research aims to describe and visualize the form of *uma* and the components of Arat Sabulungan before the event of the Three Religions Meeting, utilizing the collective memory of the community in Matotonan Village, South Siberut District, Mentawai Islands Regency. Using a qualitative approach in architecture with a social focus, the research collected data through field observations, interviews with tribal elders and traditional leaders, and literature reviews. The collected data was then analyzed and visualized using SketchUp and Lumion applications to produce a 2D representation of the *uma*. The findings show that the roof elements of the *uma*, including the long crest (*jengger panjang*), *dedebugug*, *kabitat*, as well as plant and eagle ornaments, hold deep aesthetic and spiritual meanings. The zones within the *uma*, such as *Patitikat*, *Jairabba'*, *Abut Kerei*, *Batpuiligat*, and *Matat Lalep*, reveal the complex social and ritual functions in the life of the Mentawai community. This research makes an important contribution to the documentation and preservation of traditional architecture, as well as the understanding of the cultural role of *uma* in society.
PERANCANGAN MUSEUM SEJARAH DAN BUDAYA KABUPATEN PIDIE (MUHAMMAD ILHAM ABRAR, 2020)
PERANCANGAN PUJASERA DI BANDA ACEH (Ratu Fathin Raniya, 2020)
ACEH UTARA SHOPPING CENTER (Syarif Wahyu Shafarza, 2015)
HOTEL RESORT DI GAYO LUES (Rizka Fadli, 2017)
MAKNA SIMBOLIK ARSITEKTUR RUMAH ADAT ACEH (STUDI PADA RUMAH ADAT ACEH DI PIDIE) (RAHMAT HAIKAL, 2019)