<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138437">
 <titleInfo>
  <title>VISUALISASI MEMORI KOLEKTIF RUMAH TRADISIONAL MENTAWAI DALAM PENGARUH KEPERCAYAAN ARAT SABULUNGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMAD HANIF IRYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FT Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memvisualisasikan bentuk uma serta komponen Arat Sabulungan sebelum peristiwa Rapat Tiga Agama, dengan memanfaatkan memori kolektif masyarakat Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Menggunakan pendekatan kualitatif dalam arsitektur dengan fokus sosial, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan tetua suku dan tokoh adat, serta tinjauan literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan divisualisasikan menggunakan aplikasi SketchUp dan Lumion untuk menghasilkan representasi 2D dari uma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen atap uma termasuk jengger panjang, dedebugug, kabitat, serta ornamen tumbuhan dan elang memiliki makna estetika dan spiritual yang mendalam. Zona-zona dalam uma, seperti Patitikat, Jairabba', Abut Kerei, Batpuiligat, dan Matat Lalep, mengungkapkan fungsi sosial dan ritual yang kompleks dalam kehidupan masyarakat Mentawai. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap dokumentasi dan pelestarian arsitektur tradisional serta pemahaman tentang peran budaya uma dalam masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HOUSES - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CUSTOMS BUILDINGS - ARCHITECTURE - SUMATERA UTARA</topic>
 </subject>
 <classification>725.145 981 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138437</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 13:02:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 14:51:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>