<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138431">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PEMBUATAN SNACK DARI BIJI NANGKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M.Yasir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman nangka merupakan jenis tanaman yang banyak ditanam di&#13;
Indonesia. Tanaman ini cukup dikenal di seluruh dunia. Dalam bahasa lnggris&#13;
disebut jackfruit , sedangkan dalam bahasa latin disebut Artocarpus heterophyllus. &#13;
Tanaman ini diduga berasal dari India bagian selatan yang kemudian menyebar ke&#13;
daerah tropis lainnya. Mcskipun sampai saa t ini nangka belum merupakan buah­&#13;
buahan mayor di Indonesia tetapi keberadaannya sudah sangat populer dan&#13;
digemari sebagai buah segar. Tanaman ini umumnya ditanam sebagai tanaman&#13;
kebun.&#13;
               Biji nangka merupakan bahan yang sering terbuang setelah dikonsumsi&#13;
walaupun ada sebagian kecil masyarakat yang mengolahnya untuk dijadikan&#13;
makanan misalnya direbus atau dibakar dan digunakan sebagai makanan temak&#13;
padahal banyak terdapat kandungan zat yang bermanfaat di dalam biji nangka&#13;
tersebut, seperti karbohidrat, protein dan mineral.&#13;
               Pada penelitian ini dilakukan pemanfaatan biji nangka menjadi snack.&#13;
Snack merupakan makanan yang disantap pada waktu lenggang atau waktu&#13;
santai, lazimnya snack juga disebut makanan ringan. Penelitian pembuatan snack &#13;
dari biji nangka ini tidak hanya untuk melihat jenis produk snack yang dapat&#13;
diterima oleh konsumen tetapi juga untuk melihat karakteristik mutu produk yang&#13;
dihasilkan. Salah satu paramater mutu yang dapat mempengaruhi karakteristik&#13;
mutu adalah karakteristik fisik yaitu kekerasan produk snack dari biji nangka yang&#13;
mencakup renyah dan tidak renyahnya snack dari biji nangka yang dihasilkan&#13;
serta karakteristik kimia yaitu kandungan lemak, protein, dan abu pada snack dari&#13;
biji nangka.&#13;
               Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola&#13;
faktorial. Perlak.uan dalam penelitian ini terdiri dari 2 (dua) faktor, faktor I yaitu&#13;
perlakuan biji nangka terdiri atas 2 (dua) taraf yaitu Kl = Pregelatinisasi&#13;
(perebusan), dan K2 = Tanpa pregelatinisasi (tanpa perebusan), faktor II yaitu&#13;
perbandingan tepung terigu dengan tepung biji nangka terdiri atas 3 (tiga) taraf&#13;
yaitu PI = 50 %/50 %, P2 = 60 %/40 %, dan P3= 70 %/ 30 %. Kombinasi&#13;
perlakuan adalah 2 x 3= 6, dengan menggunakan 4 (empat) kali ulangan,&#13;
sehingga diperoleh 24 (dua puluh empat) satuan percobaan.&#13;
               Kadar air snack dari biji nangka yang diperoleh berkisar antara 13,76%­&#13;
14,63% dengan nilai rata-rata 14,33%. Secara keseluruhan kadar air tertinggi&#13;
diperoleh pada perlakuan perbandingan tepung terigu dengan tepung biji nangka &#13;
70%:30% yaitu 14,53 % yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.&#13;
Nilai kekerasan yang cenderung rendah diperoleh pada perbandingan &#13;
tepung terigu dengan tepung biji nangka  50 %: 50 %&#13;
yaitu 48,5 yang berbeda tidak nyata dengan perbandingan tepung terigu dengan&#13;
tepung biji nangka 60 %:  40 % dan  70 % : 30 %. Semakin tinggi rasio tepung terigu maka kekerasan &#13;
snack dari biji nangka secara kuantitatif semakin keras.&#13;
               Nilai organoleptik wara yang cenderung rendah diperoleh pada biji&#13;
nangka pregelatinisasi (perebusan) yaitu 3,20 (netral) yang berbeda tidak nyata&#13;
dengan biji nangka tanpa pregelatinisasi (tanpa perebusan) dengan nilai 3,30 &#13;
(netral).  &#13;
               Nilai penerimaan organoleptik panelis terhadap rasa snack&#13;
dari biji nangka  tertinggi diperoleh pada snack dari biji nangka dengan perlakuan biji nangka&#13;
tanpa pregelatinisasi (tan pa perebusan) dengan nilai 3,7 (netral) yang tidak&#13;
berbeda nyata dengan perlakuan biji nangka pregelatinisasi (perebusan) dengan &#13;
hasil 3,6 (netral). &#13;
               Nilai penerimaan organoleptik panel is terhadap kerenyahan snack&#13;
dari biji  nangka cenderung tertinggi diperoleh pada snack&#13;
dari biji nangka dengan perlakuan biji nangka pregelatinisasi dan perbandingan tepung terigu dengan&#13;
tepung biji nangka 50% : 50% dengan nilai 3,9 (renyah). Tetapi nilai ini berbeda&#13;
nyata dengan perlakuan dan interaksi lainnya.&#13;
               Sedangkan perbandingan tepung terigu dengan tepung biji nangka&#13;
berpengaruh tidak nyata terhadap kadar lemak, kadar protein dan uji organoleptik&#13;
aroma terhadap snack dari biji nangka yang dihasilkan.&#13;
               Perlakuan terbaik dihasilkan oleh perlakuan perbandingan tepung terigu&#13;
dengan tepung biji nangka 50% : 50% mengahsilkan kadar air yang cenderung&#13;
rendah dengan nilai 14,28% dan nilai kekerasan 48,5 gfc/cm2•  Sedangkan uji &#13;
organoleptik perlakuan terbaik dihasilkan oleh perlakuan biji nangka tanpa&#13;
pre gelatinisasi (tanpa perebusan).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138431</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 12:27:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 12:27:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>