<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138407">
 <titleInfo>
  <title>REPRESENTASI PEMBUNGKAMAN TERHADAP PENYINTAS PELECEHAN SEKSUAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ANANDA KAUTSAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelecehan seksual di Indonesia terus meningkat, terutama pelecehan fisik dan non fisik, seperti dilaporkan CATAHU Komnas Perempuan 2023. Hal ini berdampak psikologis, fisiologis, dan sosial bagi penyintas. Peningkatan kasus ini mendorong kampanye anti pelecehan, salah satunya melalui film Penyalin Cahaya, yang mengisahkan perjuangan Suryani mencari keadilan atas pelecehan seksual di kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pembungkaman terhadap Suryani dalam film Penyalin Cahaya menggunakan semiotika John Fiske, yang terbagi ke dalam tiga level: realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode dokumentasi dan data diperoleh melalui teknik purposive sampling serta dianalisis pada lima scene. Hasil penelitian menunjukkan tiga dari lima bentuk representasi pembungkaman terdapat dalam lima scene, yaitu pembungkaman melalui kontrol terhadap penyintas, intimidasi fisik, dan penyebaran data pribadi (doxing). Level realitas menunjukkan kode gesture (gerak tangan menunjuk dan indikasi kebohongan), kode speech (gaya komunikasi mengontrol dan agresif), kode dress (pakaian formal dengan warna biru) dan kode behaviour (respon objek pada lingkungannya). Level representasi menunjukkan kode dialogue (kalimat bermakna implisit dan eksplisit), kode action (intimidasi fisik dan doxing), kode camera (medium shot, over the shoulder, close up, wide shot), lighting (key light, hard light). Level ideologi menunjukkan adanya ideologi kepemimpinan otoriter (kepercayaan bahwa pemikirannya mutlak benar dan harus diterapkan untuk mencapai tujuan organisasi), kelas sosial (keyakinan tentang pengelompokan masyarakat berdasarkan kekuasaan dan kekayaan) dan patriarki (sistem sosial yang menjadikan laki-laki sebagai otoritas utama dalam berbagai aspek kehidupan).&#13;
Kata kunci: Pembungkaman, Penyintas Pelecehan Seksual, Film Penyalin Cahaya, Analisis Semiotika, John Fiske.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138407</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 11:18:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 11:45:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>