<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138401">
 <titleInfo>
  <title>HANDOVER INTER-CELL PADA JARINGAN GENERASI KE-5 (5G)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Murhaban</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana	Program Doktor Ilmu Teknik (S3)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jaringan generasi kelima (5G) dirancang untuk memberikan kecepatan yang lebih tinggi, latensi yang lebih rendah, dan koneksi yang lebih stabil dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Proses transisi antar jaringan disebut handover, yang merupakan perpindahan layanan jaringan dari satu base station (BS) ke base station lainnya ketika user equipment (UE) berpindah ke area dengan kualitas sinyal yang lebih baik. Salah satu masalah umum dalam proses handover adalah efek ping-pong, di mana UE secara berulang berpindah antar BS tanpa stabilitas yang memadai. Pengembangan model handover yang lebih efisien dan tepat sasaran mempertimbangkan arah mobilitas UE, kualitas layanan (QoS), dan efisiensi jaringan. Model ini memanfaatkan deteksi pengguna dan prediksi arah pergerakan untuk mengurangi efek ping-pong dan meningkatkan efisiensi handover, dengan menggunakan algoritma trilaterasi yang melibatkan tiga sinyal referensi dari tiga BS yang berbeda untuk mendeteksi posisi UE. Parameter yang digunakan meliputi daya sinyal yang diterima (RSRP), indikator kekuatan sinyal yang diterima (RSSI), waktu, dan kecepatan pengguna. Dalam setiap simulasi, pergerakan UE dianalisis berdasarkan posisi akhirnya, sehingga memungkinkan prediksi dan pengelolaan handover yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model handover yang diusulkan secara signifikan meningkatkan kualitas layanan. Hasil menunjukkan bahwa dengan daya sinyal yang diterima sebesar -79 dBm di BS kedua, deteksi sinyal tetap akurat meskipun berada dalam kondisi sinyal lemah dari BS lain, dan terjadi penguatan sinyal yang signifikan di BS target. Waktu eksekusi proses handover berhasil dikurangi hingga 3 milidetik, memungkinkan transisi antar BS yang lebih cepat. Akurasi prediksi posisi UE mencapai 90%, yang berkontribusi pada pengelolaan handover yang lebih optimal. Indeks QoS menunjukkan bahwa layanan diklasifikasikan sebagai sangat baik, yang berarti stabilitas dan efisiensi penggunaan bandwidth meningkat. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah pengembangan strategi handover adaptif, yang meningkatkan stabilitas koneksi dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dalam jaringan 5G. Ini menjadi landasan bagi pengembangan jaringan mobile yang lebih efisien dan tangguh dalam menghadapi tantangan mobilitas tinggi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MOBILES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NETWORKS (COMMUNICATIONS) - FACILITIES</topic>
 </subject>
 <classification>731.55</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138401</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-14 10:37:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-15 10:31:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>