<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138319">
 <titleInfo>
  <title>KETERGANTUNGAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NOURA NADIA ULFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Instagram telah menjadi media sosial yang sangat populer di kalangan anak muda, terutama pada kalangan mahasiwa. Bagi mahasiwa, Instagram juga sering digunakan untuk menunjukkan eksistensi diri dan mengisi waktu luang dengan mengeksplorasi berbagai hal serta berbagi aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat ketergantungan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala dalam penggunaan Instagram. Penelitian ini menggunakan teori ketergantungan media yang menyatakan bahwa semakin besar ketergantungan seseorang terhadap media, maka semakin besar pula pengaruh yang diberikan oleh media tersebut terhadap kehidupannya. Sampel dalam penelitian ini terdapat 105 orang responden dengan tingkat toleransi kesalahan 9% yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel accidental sampling. Dengan kriteria sampel merupakan mahasiswa aktif Prodi Ilmu Komunikasi yang menggunakan Instagram, berusia 18 hingga 25 tahun, dan mengakses media sosial Instagram selama lebih dari 6 jam perharinya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian survei yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online. Berdasarkan analisis data, dari 105 responden, mayoritas berada pada kategori ketergantungan sangat tinggi terhadap Instagram, yaitu sebanyak 44 orang (46,2%), sementara kategori ketergantungan sangat rendah hanya ada 3 orang responden (3,15%). Pada kategori ketergantungan rendah terdapat 22 orang (24,15%) dan pada kategori tinggi terdapat 35 orang (36,75%). Dengan nilai skor rata-rata sebesar 52,97. Jumlah persentase ketergantungan media sosial pada dimensi salience 38,73%, dimensi mood modification 48,90%, dimensi tolerance 38,73%, dimensi withdrawal symptoms 42,53%, dimensi conflict 40%, dan dimensi relapse 42,86%. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketergantungan media sosial Instagram pada mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala berada pada kategori tinggi.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Ketergantungan, Media Sosial, Instagram, Mahasiswa&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138319</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 19:57:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 20:37:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>