<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138271">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN PENANGANAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG BULOH KABUPATEN ACEH UTARA, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Vina Listia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banjir merupakan masalah yang sering terjadi, terutama di kawasan pemukiman, baik perkotaan maupun pedesaan. Berdasarkan informasi dari masyarakat banjir di Sungai Krueng Buloh terjadi hampir setiap tahun pada bulan November hingga Januari, dengan durasi banjir berkisar antara 3 hingga 5 hari dan ketinggian air 0,5 meter hingga 1 meter. Kerusakan yang ditimbulkan cukup besar, erosi tepian sungai berkisar antara 1 hingga 3 kilometer sepanjang sungai dan perubahan penampang sungai memperburuk kondisi Sungai Krueng Buloh. DAS Sungai Krueng Buloh rentan terhadap banjir besar, yang menimbulkan banyak dampak sosial dan ekonomi terhadap desa-desa di sekitarnya, seperti hilangnya hasil panen dan rusaknya bangunan. Permasalahan yang terjadi di DAS Krueng Buloh di Provinsi Aceh antara lain curah hujan yang tinggi dan ketidakmampuan sungai dalam menampung debit pada saat hujan serta masih meluasnya genangan banjir pada sungai Krueng Buloh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan alur sungai di wilayah hilir DAS Krueng Buloh pasca banjir, kondisi hidrologi dan hidrolika Kawasan Krueng Buloh dan mengetahui luas genangan banjir setelah penanganan infrastruktur pengendali banjir. Untuk mencapai tujuan ini, observasi hidromorfologi DAS Krueng Buloh berbasis lapangan dan satelit telah dilakukan. Metodologi penelitian meliputi analisis morfologi sungai, analisis hidrologi, analisis hidrolika, analisis sedimentasi, dan penanganan infrastruktur. Pemodelan banjir dengan menggunakan model matematika HEC-RAS, ArcGIS untuk pengolahan data spasial serta HEC-GeoRAS untuk antarmuka antara ArcGIS dan HEC-RAS. Investigasi mengungkapkan bahwa curah hujan yang berlebihan, meandering sungai, dan jenis tanah tepian sungai memicu banjir dan penumpukan sedimen di dataran banjir maka dilakukan penanganan infrastruktur di Sungai Krueng Buloh. Berdasarkan hasil penelitian luas area genangan periode ulang 2 tahunan dan periode ulang 5 tahunan tidak terjadi banjir. Luas area genangan periode ulang 10 tahunan sebesar 585,21 Ha menjadi 326,91 Ha (55,86%). Luas area genangan periode ulang 25 tahunan sebesar 1.321,38 Ha menjadi 453,81 Ha (34,34%). Luas area genangan periode ulang 50 tahunan sebesar 1.791,28 Ha menjadi 1.390,49 Ha (77,63%). Luas area genangan periode ulang 100 tahunan sebesar 2.626,87 Ha menjadi 2.246,5 Ha (85,52%). Dari hasil pemodelan tersebut dapat diketahui bagian mana yang terjadi limpasan. Adanya pengurangan luas genangan banjir sampai dengan 64,78% dari hasil simulasi periode ulang yang telah dilakukan. Dengan adanya tanggul tidak mengubah debit banjir, melainkan hanya berdampak pada perubahan luasan genangan dan tidak merubah ketinggian banjir. Luas genangan banjir di kawasan Sungai Krueng Buloh dipengaruhi oleh kapasitas aliran sungai, kondisi morfologi sungai, jenis tanah serta efektivitas infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul. Infrastruktur yang memadai dan perawatan sungai yang baik dapat mengurangi luas genangan banjir.&#13;
&#13;
Kata kunci: Banjir; Daerah Aliran Sungai, Morfologi, Sedimentasi, Infrastruktur.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FLOOD CONTROL - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138271</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 16:41:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 17:07:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>