<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138245">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS NUTRIENT INDEX VALUE (NIV) UNTUK PERENCANAAN PENGEMBANGAN KEDELAI EDAMAME (GLYCINE MAX (L.) MERR.) DI KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anna Bella</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kedelai merupakan salah satu jenis pangan utama yang berada di peringkat ketiga setelah padi dan jagung. Salah satu jenis kedelai yang dapat dikembangkan adalah kedelai edamame (Glycine max (L.) Merr.). Edamame merupakan tanaman potensial yang memiliki hasil produksi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kedelai biasa. Pengembangan edamame di Indonesia akan menjadi peluang yang besar karena permintaan pasar global yang cukup tinggi. Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah yang cukup potensial untuk pengembangan edamame. Salah satu wilayah perencanaan pengembangan edamame adalah Kabupaten Bener Meriah, yang memiliki ketinggian rata-rata 100 – 2.500 mdpl, sehingga cukup potensial bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat lokal, untuk mengembangkan budidaya edamame. Diperlukan informasi awal mengenai tingkat kesuburan tanah pada lahan yang akan dimanfaatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui hal tersebut adalah dengan menganalisis status Nutrient Index Value (NIV). Nutrient Index Value (NIV) merupakan suatu penilaian untuk mengetahui akan tingkatan kandungan unsur hara di dalam tanah yang berkaitan langsung terhadap kesuburan tanah. Namun penelitian pengujian analisis kandungan unsur hara menggunakan Nutrient Index Value (NIV) belum banyak di teliti khususnya di Indonesia pada pengembangan Edamame. Berdasarkan uraian di atas maka perlu adanya penelitian analisis status Nutrient Index Value (NIV) untuk perencanaan pengembangan edamame di Kabupaten Bener Meriah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Nutrient Index Value (NIV) dan mengkategorikan lahan sesuai dengan tingkatan kesuburan tanah untuk pengembangan tanaman edamame di Kabupaten Bener Meriah. Melalui penelitian ini diharapkan akan menjadi langkah awal sebagai informasi dalam kesuburan tanah dan dapat mengatasi permasalahan – permasalahan khususnya pada areal perencanaan pengembangan edamame (Glycine max (L.) Merr.) di Kabupaten Bener Meriah. Metode yang digunakan metode purposive sampling pada setiap SPL dan analisis data Nutrient Index Value (NIV) dengan menggunakan rumus NI = ((1*A)+(2*B)+(3*C))/TSN. Hasil analisis laboratorium yang didapatkan bahwa pH tanah pada kawasan perencanaan berkisar antara masam (4,5 -5,5) – netral (6,6 – 7,5), dengan C-organik berkisar antara rendah (1,00 – 2,00) – sangat tinggi (&gt; 5,00), N-total berkisar antara rendah (0,10 – 0,20) – tinggi (0,51 – 0,75), P-total berkisar dari sangat rendah (&lt; 0,021) – sangat tinggi (&gt; 0,1), dan K-total yang berkisar antara sangat rendah (&lt; 0,03) – sedang (0,07 – 0,11). Dengan nilai nutrient index pada N-total 1,93 kategori sedang, P-total 1,53 kategori sedang, dan K-total 1,14 kategori rendah. Perencanaan pengelolaan lahan yang efektif pada kawasan perencanaan dengan Nutrient Index rendah yaitu pemupukan yang harus lebih intensif dan dengan jumlah yang besar serta berulang, sedangkan pada Nutrient Index sedang pemupukan dilakukan hanya berfokus untuk meningkatkan hasil dan kualitas produksi tanaman.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138245</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 15:57:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 16:36:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>