<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138191">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI DISTRIBUSI POTENSIAL KOROSI PADA BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN DATA AKTUAL KURVA POLARISASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Willy Juliandra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FT Mesin</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Korosi pada baja tulangan merupakan penyebab utama kegagalan beton bertulang. Meskipun half-cell potential mapping umum digunakan untuk mendeteksi korosi, metode ini memiliki keterbatasan, terutama di area yang sulit dijangkau untuk diambil datanya. Maka, diperlukan simulasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi potensial korosi pada beton bertulang melalui simulasi yang menggunakan data aktual kurva polarisasi hasil eksperimen sebagai kondisi batas, berbeda dari penelitian sebelumnya yang menggunakan data kurva polarisasi rujukan. Simulasi dilakukan dengan metode Finite Element Method (FEM) dengan memvariasikan lokasi korosi, menghasilkan output berupa plot distribusi potensial di sepanjang permukaan dan distribusi seluruh struktur (potensial field). Simulasi distribusi potensial korosi menggunakan data aktual dari kurva polarisasi telah berhasil dilakukan. Hasil analisis simulasi menunjukkan bahwa nilai potensial korosi dipengaruhi oleh ukuran, lokasi, dan jumlah korosi. Dari hasil simulasi semua variasi menunjukkan bahwa metode ini dapat memberikan data yang lebih akurat. Jika hanya menggunakan data dari permukaan beton, seperti pada eksperimen half-cell potential mapping, area di antara lokasi korosi yang seharusnya tidak mengalami korosi mungkin akan dinyatakan sebagai area yang mengalami korosi, sebagaimana terlihat pada hasil plot potensial permukaan. Hal ini dapat menyebabkan misinterpretasi. Namun, melalui simulasi, misinterpretasi ini dapat dihindari karena hasilnya berupa plot potensial field (potensial seluruh struktur), bukan hanya data dari permukaan. Pada plot potensial field tersebut, distribusi potensial yang terkait langsung dengan tulangan beton dapat terlihat dengan jelas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REINFORCED CONCRETE - STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>624.183 41</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138191</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 14:22:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 15:51:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>