ANALISIS FAKTOR RISIKO MORTALITAS PADA NEONATUS DENGAN MENGGUNAKAN SKORING SNAPPE-II DI NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS FAKTOR RISIKO MORTALITAS PADA NEONATUS DENGAN MENGGUNAKAN SKORING SNAPPE-II DI NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Sri Rezeki - Personal Name;

Dosen Pembimbing

197909062014032001dr. Darnifayanti, M.Ked(Ped), Sp.A(K) - - - Dosen Pembimbing I
Sulaiman Yusuf - 196302021992031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1807601050006

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Kesehatan Anak / PDDIKTI : 11711

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Anak., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar belakang. Kematian neonatal sebagian besar disebabkan oleh penyakit kritis dan merupakan penyumbang terbesar terhadap kematian bayi secara keseluruhan. Neonatus dengan penyakit kritis memerlukan perawatan di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU). Untuk memerlukan alat penilaian tingkat keparahan diagnosis dan prognosis penyakit dibutuhkan sistem penilaian Skor SNAPPE-II (Score for Neonatal Acute Physiology with Perinatal Extension-II).
Tujuan. Untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi prediksi mortalitas bayi berdasarkan sistem skoring SNAPPE-II yang dirawat di ruang NICU RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Metode. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan Cross Sectional pada bayi neonatus dengan usia gestasi ≤32 minggu yang sakit kritis yang dirawat di Neonatal Intensive care Unit (NICU) sejak Oktober 2023 sampai Desember 2023 dengan menggunakan data rekam medis 37 neonatus denganusia kehamilan ≤ 32 minggu menggunakan skoring SNAPPE-II untuk menilai mortalitas pada neonatus di NICU. Data dianalisis dengan analisis bivariat uji chi square selanjutnya dilakukan analisis multivariat dengan regresi logistik. Prediktor dianalisis menggunakan Received Operating Curved (ROC) dengan tingkat kepercayaan 95% untuk menentukan sensitivitas dan spesifisitas.
Hasil : Faktor risiko mortalitas neonatus berdasarkan skoring SNAPPE-II pada bayi kurang bulan dengan sakit kritis adalah BBL (p=0,015) dengan OR 1,002 dan (IK 95% 0,446-10,874). PO2/FiO2 (p=0,004) dengan OR 2,613, (IK 95% 0,723-3,438) dan PH serum (p=0,000) dengan OR 36,667 (IK95% : 5,274-254,916). Analisis ROC pada skoring SNAPPE-II dengan menggunakan kurva ROC seperti didapatkan titik potong 28,5 dengan sensitivitas 70,8% dan spesifitas 84,6 %.
Kesimpulan: pH serum merupakan faktor risiko mortalitas pada neonatus kurang bulan dengan sakit kritis berdasarkan skoring SNAPPE-II diikuti dengan rasio P02/FiO2 dan berat badan lahir di rumah sakit RSUDZA Banda Aceh.
Kata kunci: Faktor risiko mortalitas, neonatus, SNAPPE-II, NICU

Background. Neonatal deaths are mostly caused by critical illnesses and are the largest contributor to overall infant mortality. Neonates with critical illnesses require care in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU). To require a tool for assessing the severity of diagnosis and prognosis of disease, a SNAPPE-II (Score for Neonatal Acute Physiology with Perinatal Extension-II). Objective. To determine risk factors and predict mortality for neonates based on the SNAPPE-II scoring system treated in the NICU ward at RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Method. This research is an analytical study with a cross-sectional approach on critically ill neonates with gestational age ≤32 weeks who were treated in Neonatal Intensive care Unit(NICU) from October 2023 to December 2023 using medical record data from 37 neonates with gestational age ≤ 32 weeks using SNAPPE-II scoring to assess mortality in neonates in the NICU. Data were analyzed using bivariate analysis tests chi square. Next, a multivariate analysis was carried out with logistic regression. Predictors were analyzed using Received Operating Curved (ROC) with a confidence level of 95% to determine sensitivity and specificity. Results. The risk factor for neonatal mortality based on SNAPPE-II scoring in critically ill preterm babies is BBL (p=0.015) with OR 1.002 and (95% CI 0.446-10.874). PO2/FiO2 (p=0.004) with OR 2.613, (95% CI 0.723-3.438) and serum pH (p=0.000) with OR 36.667 (95% CI: 5.274- 254,916). ROC analysis of SNAPPE-II scoring using the ROC curve obtained a cut point of 28.5 with a sensitivity of 70.8% and a specificity of 84.6%. Conclusion: Serum pH is a risk factor for mortality in critically ill preterm neonates based on SNAPPE-II scoring followed by the P02/FiO2 ratio and birth weight at RSUDZA Banda Aceh hospital. Keywords: Risk factor mortality, neonates, SNAPPE-II, NICU

Citation



    SERVICES DESK