<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138063">
 <titleInfo>
  <title>MUSEUM SEJARAH ACEH (TEMA :</title>
  <subTitle>ARSITEKTUR TROPIS)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwi Wahyuni Ningsih</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Propinsi   Nanggroe  Aceh  Darussalam  memiliki  peninggalan  sejarah  yang cukup  luas  dari  berbagai  daerah.  Setiap  daerahnya  memiliki  ciri  khas  tersendiri, berbagai ciri khas tersebut dikumpulkan menjadi satu wadah yang dapat menampung semua peninggalan sejarah yang ada di  Aceh.&#13;
Banyak  dari  masyarakat  Aceh dan  pemerintahan  Provinsi  Nanggroe  Aceh Darussalam  kurang minat untuk berpartsipasi melestarikan budayanya dan tidak memperdulikan peninggalan sejarah daerahnya sendiri, walaupun sudah banyak   hal yang dilakukan  dalam usaha  konservasi  heritage  di  Banda Aceh,  banyak  aset-aset bersejarah  yang  muncul   sebagai   museum  mati   dan  kurang  memiliki   arti   bagi kehidupan  sehari-hari   di   dalam  kota.   Agar  perjalanan  sejarah  dan  peninggalan bersejarah  tidak  hilang  begitu   saja  oleh   kemajuan  dan  pertumbuhan  kota  maka perjalanan peninggalan sejarah Aceh diabadikan dalam suatu tempat (museum) yang baik, agar generasi yang ada sekarang dan generasi mendatang dapat mengetahui asal usul dan perkembangan kotanya.  Dengan mengetahui   sejarahnya,  maka diharapkan generasi  sekarang dan yang akan datang dapat lebih  mengetahui  identitasnya.&#13;
Tujuan  utama  dari  suatu  perancangan  adalah  merancang  sebuah  museum untuk menghasilkan lingkungan  yang nyaman dan sesuai  dengan  iklim  yang ada di Aceh yaitu beriklim  tropis.  Kenyamanan  itu dapat dicapai  dengan cara natural  (alami) rnaupun artificial  (buatan),  masing     masing mempunyai  keuntungan dan kerugian sendiri - sendiri&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MUSEUMS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>727.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138063</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 10:27:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 16:04:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>