<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138057">
 <titleInfo>
  <title>DISTRIBUSI  SUHU DAN KAP ASITAS PENGUMP ANAN ALAT PENYANGRAI KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Susi Frihafni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kacang tanah merupakan salah satu sumber protein nabati yang cukup penting di Indonesia, luas pertanamannya menempati urutan 4 setelah padi,  jagung dan kedelai (Sukarman, 2000). Sistem penyangraian di Aceh masih manual, kare na teknologi dalam proses penyangraian kacang tanah masih sangat kurang. Hal ini mengakibatkan proses penyangraian sangat lama, sehingga perlu diciptakannya alat/mesin penyangrai agar memudahkan para petani dalam proses&#13;
penyangraian, khususnya kacang tanah. &#13;
               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi suhu pada alat penyangrai dengan variasi bahan bak.a r dan kapasitas pengumpanan serta mengetahui pengaruh bahan bak.a r dan k.apasitas pengumpanan terhadap tingkat&#13;
kemasakan kacang tanah. Tahap awal penelitian ini adalah mempersiapkan alat penyangrai dan bahan kacang tanah. Kemudian, dilakukan pengujian alat dengan bahan bakar kayu (B;), tempurung kelapa (B) dan kompor gas (B) serta variasi pengumpanan yaitu 2/3 volume (V), 1/2 volume (V») dan 1/4 volume (V,). Setelah itu dilakukan analisis terhadap kadar air,  distribusi suhu, kapasitas pengumpanan, persentase kacang masak, persentase kacang gosong dan uji organoleptik. &#13;
               Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data kadar air kacang tanah sangrai  yaitu BV, (3,90%), B,V (3,90%), B,V» (2,73%), BV, (3,37%), BV (3,30%),  BV, (2,80%), B»V (3,20%), B»V (3,13%) dan B»,V» (2,83% ). Alat penyangrai  kacang tanah memiliki kapasita s penyangra ian antara lain BV,=BV, (2l  kg/jam), B,V,=B,V (20 kg/jam) , B,V,=BV, (13,75 kg/jam), B,V, (5,6 kg/jam),  B5,V (5 kg/jam) dan B»V (3,67 kg/jam). &#13;
               Dari data distribusi suhu menunjukkan bahwa suhu pada proses penyangraian terdistribusi secara merata.  Berdasarkan uji Duncan, menunjukkan bahwa bahan bakar dan volume pengumpanan terbaik terhadap persentase kemasakan kacang tanah adalah tempurung kelapa dengan pengumpanan 2/3 volume. Uji organoleptik dilakukan dengan  4 parameter yaitu, aroma, warna rasa dan tekstur. Dari data uji organoleptik menunjukkan bahwa penerimaan keseluruhan  panulis memilih perlakuan B;V dengan kriteria: aroma khas kacang tanah, warna putih kecoklatan, rasa sangat gurih dan tekstur keras serta renyah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138057</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 10:13:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 10:13:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>