<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138051">
 <titleInfo>
  <title>EKSISTENSI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH SEBAGAI PENGELOLA ASET PEMEKARAN DAERAH ACEH WILAYAH PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Juwakir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>EKSISTENSI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH SEBAGAI&#13;
PENGELOLA ASET PEMEKARAN DAERAH ACEH WILAYAH&#13;
PIDIE JAYA &#13;
Juwakir&#13;
Iskandar A. Gani&#13;
Yanis Rinaldi &#13;
ABSTRAK&#13;
Pada Pasal 32 Ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang &#13;
Pemerintah Daerah menentukan bahwa pembentukan daerah berupa pemekaran daerah&#13;
dan penggabungan daerah, berkaitan dengan pemekaran daerah, Secara makro,&#13;
pembangunan di Aceh ditandai dengan besarnya angka kemiskinan, tingginya&#13;
pengangguran, dan ketimpangan antar wilayah. Walaupun masih tumbuh positif,&#13;
pertumbuhan ekonomi Aceh juga makin melambat sehingga munculnya problematika&#13;
baik dari eksernal terlihat dalam sistem penataan aset daerah yang belum berjalannya&#13;
sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku, belum optimalnya&#13;
sistem pengelolaan yang belum berbasis kinerja yang berdampak kepada pemborosan&#13;
anggaran daerah dan penerimaan PAD yang masih rendah.&#13;
Tujuan penelitian ini berupa mengevaluasi Pelaksanaan DPRA dalam&#13;
menyelesaikan aset pemekaran  wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Untuk mencari&#13;
solusi dari hambatan dalam pelaksanaan Penyelesaian Aset Pemekaran wilayah&#13;
Kabupaten Pidie Jaya, Untuk mengetahui seperti apa upaya DPRA dalam mengatasi&#13;
kendala penyelesaian aset pemekaran daerah di wilayah Kabupaten Pidie Jaya.&#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian&#13;
yuridis empiris, data yang diperoleh adalah data primer melalui wawancara di&#13;
lapangan, data yang diperoleh dilakukan analisa data melalui pendekatan kualitatif&#13;
dengan menggunakan metode deduktif dan induktif yang dilakukan terhadap&#13;
responden dan laporan data serta data skunder melalui penelitian kepustakaan.&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014&#13;
tentang Pemerintahan Daerah sudah mengatur fungsi dan peran Dewan Perwakilan&#13;
Rakyat Aceh berperan pada proses penyelesaian sengketa barang milik daerah yang&#13;
didalamnya mengatur mulai dari proses Yuridis, Pemeriksaan (Audit), Inspeksi,&#13;
Supervisi, bahkan pada Pemantauan (Monitoring) tahunan yang akan dilaporkan&#13;
nantinya berjalan dengan semestinya. Terdapat hambatan terutama pada sisi&#13;
eksernal yakni sistem penataan aset daerah yang belum berjalannya sesuai dengan&#13;
ketentuan perundangan-undangan yang berlaku, belum optimalnya sistem pengelolaan&#13;
keuangan, dan secara internal dilandasi pada faktor struktural yaitu sebab-sebab yang&#13;
berkaitan dengan kekuasaan, wewenang formal, kebijakan umum, persoalan geografis&#13;
dan faktor sejarah, dari faktor data yaitu permasalahan yang disebabkan oleh data yang&#13;
berkaitan dengan kelengkapan aset-aset yang akan diserah-terimakan, yang&#13;
diupayakan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan Intensifikasi dan &#13;
ekstensifikasi, Meningkatkan koordinasi, Pembuatan Qanun-qanun tentang sumbersumber&#13;
pemanfaatan,&#13;
Melakukan&#13;
pengawasan&#13;
dan&#13;
kontrol.&#13;
&#13;
Saran&#13;
terhadap&#13;
hal&#13;
ini&#13;
diantaranya&#13;
penunjangan&#13;
teliterasi&#13;
terkait&#13;
seperti&#13;
apa&#13;
dan&#13;
&#13;
tahapannya&#13;
&#13;
diharapkan dapat berkembang sesuai dengan aspek kebutuhan&#13;
perkembangan  daerah, perlunya penyuluhan bersifat langsung pada pelaksana dan&#13;
masyarakat agar terjalin pemahaman yang berkesinambungan, melakukan kontrol ke&#13;
setiap daerah yang memiliki aset dalam jangka waktu yang jelas menjadi pemicu&#13;
penting agar masyarakat memahami dan menghindari penyelewengan aset oleh oknum&#13;
yang tidak bertanggung jawab, dan pengelolaan dana aset sudah bisa diminimalisir&#13;
minimal dengan menghemat biaya pengelolaan barang aset yang dirasa tidak dipakai&#13;
dalam jangka waktu panjang seperti lahan kosong.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Penyelesaian Aset Pemekaran Daerah, Pengeolaan Barang Milik Aceh&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138051</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 10:00:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 11:12:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>