<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="138017">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PENGEMBANGAN PERMUKIMAN BERDASARKAN DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LAHAN PERMUKIMAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irva Agustina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	Perencanaan Wilayah dan Kota</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daya dukung dan daya tampung lahan merupakan hal penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keterbatasan dari lingkungan. Keterbatasan dari lingkungan ini sering menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lahan. Jika penurunan kualitas lahan ini terus terjadi maka akan berdampak buruk bagi lingkungan dan keberlanjutan kota. Menurut BPS, Kota Banda Aceh pada tahun 2023 memiliki laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,23% dengan jumlah penduduk mencapai 261.969 Jiwa. Perkembangan permukiman kota ini juga terlihat sangat signifikan, dimana luas Lahan Terbangun meningkat dari 31,08% pada tahun 1998 menjadi 62,87% pada tahun 2018. Posisinya sebagai Ibu Kota dari Provinsi Aceh membuat  kota ini terus mengalami peningkatan. Dengan adanya pertumbuhan ini maka jumlah permintaan akan lahan hunian serta fasilitas pendukungnya juga akan bertambah pula sehingga daya dukung dan daya tampung permukiman menjadi hal penting untuk diperhitungkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan daya dukung dan batasan kemampuan daya tampung lahan permukiman di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode analisis data yang menggunakan pendekatan Liputan Bangunan (Building Coverage). Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi strategi pengembangan permukiman yang sesuai menggunakan analisis SWOT dengan matriks IFAS-EFAS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya dukung lahan permukiman di Kota Banda Aceh tergolong baik dengan Liputan Bangunan sebesar 64,10% dan mampu menampung permukiman penduduk hingga tahun 2030 (Liputan Bangunan = 70%). Perumusan strategi menggunakan analisis SWOT menunjukkan bahwa lokasi pengembangan berada diantara sumbu peluang dan kekuatan, yaitu Kuadran 1. Strategi tersebut secara umum didasarkan pada pengoptimalan penyediaan fasilitas dan aksesibilitas, pemanfaatan ketersediaan lahan yang tepat, dan kolaborasi para pemangku kepentingan.&#13;
Kata Kunci : Daya Dukung dan Daya Tampung, Permukiman, Liputan Bangunan, Strategi Pengembangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>138017</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 01:32:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 11:03:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>