<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137953">
 <titleInfo>
  <title>PENYIMPANAN EMBRIO FASE GASTRULA IKAN BETOK (ANABAS TESTUDINEUS) MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS MEDIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ainun Bariah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan betok (Anabas testudineus) atau dikenal dengan nama Climbing perch adalah &#13;
ikan air tawar. Ikan ini memiliki rasa daging yang gurih sehingga digemari oleh &#13;
masyarakat. Namun dalam pengembangannya para pembudidaya mengalami &#13;
beberapa kendala seperti terbatasnya jumlah benih, baik dalam kualitas maupun &#13;
kuantitasnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu melalui teknik penyimpanan &#13;
non-beku atau preservasi embrio. Preservasi basah dengan menggunakan larutan &#13;
bahan kimia yang kemudian disimpan pada suhu 0- 4ºC. Teknik ini dapat digunakan&#13;
untuk penyimpanan singkat, pada transportasi gamet jarak pendek antar lokasi &#13;
berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis larutan media penyimpanan &#13;
embrio terbaik untuk daya tetas telur dan kelangsungan kehidupan larva ikan betok.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan &#13;
dan 4 ulangan yaitu larutan Glucose-base, Ringer, NaCL Fisiologis, Urea dan &#13;
Sukrosa pada suhu inkubasi 4ºC. Embrio di preservasi menggunakan perlakuan &#13;
media larutan pada suhu 4ºC selama 6 jam, dimana lebih dari 6 jam penyimpanan &#13;
yaitu 12 dan 24 jam telur tidak berhasil menetas. Berdasarkan hasil hasil uji ANOVA&#13;
media penyimpanan embrio mempengaruhi nilai daya tetas telur dan kelangsungan &#13;
hidup larva ikan betok, dimana hasil terbaik diperoleh pada embrio yang disimpan &#13;
dalam larutan Glucose-base dengan nilai daya tetas telur 68.00% dan kelangsungan &#13;
hidup 80.74%. Dapat disimpulkan bahwa larutan glucose-base merupakan jenis &#13;
larutan media penyimpanan embrio terbaik pada ikan betok.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Anabas testudineus, embrio, daya tetas, glucose-base.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137953</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 17:19:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-11 09:36:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>