UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI TEKNIK MENEMPEL PADA PAUD FARISA KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI TEKNIK MENEMPEL PADA PAUD FARISA KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Rosmiati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206104210059

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / PG PAUD (S1) / PDDIKTI : 86207

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci : Meningkatkan, Motorik Halus, Teknik Menempel
Penelitian dengan judul “Upaya Guru dalam Meningkatkan Motorik Halus
Anak Melalui Teknik Menempel pada PAUD Farisa Kabupaten Aceh Besar” ini
mengangkat masalah (1) Bagaimana peningkatan motorik halus anak melalui teknik
menempel?; (2) Bagaimana keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran
dengan teknik menempel?; (3) Bagaimana respon anak dalam menggunakan teknik
pembelajaran menempel?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan
motorik halus anak melalui teknik pembelajaran menempel, keterampilan guru dalam
mengelola pembelajaran dengan teknik menempel, dan aktivitas/respon anak dalam
menggunakan teknik menempel. Subjek penelitian adalah anak kelompok B PAUD
Farisa Daroy Kameu Kabupaten Aceh Besar dengan jumlah anak 13 orang, terdiri
atas 8 perempuan dan 5 laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Hasil
penelitian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ada 5 orang (38,4%) yang mulai berkembang, dan anak yang
berkembang sesuai harapan terdapat 8 orang (61,53%). Kemudian terjadi
perkembangan pada siklus II kemampuan anak yang mulai berkembang hanya 1
orang (7,6%), dan anak yang berkembang sesuai harapan terdapat 6 orang (46,15%)
dan aktivitas/respon anak juga mengalami peningkatan pada siklus I terdapat 8 orang
yang merespon dan pada siklus II anak terlihat lebih merespon terhadap
pembelajaran yaitu 12 orang. Keterampilan guru dalam menerapkan teknik
menempel telah mengalami peningkatan, guru sudah menggunakan waktu dengan
efektif dan efisien sehingga kemampuan anak meningkat. Hasil pembahasan
disimpulkan bahwa adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak dengan
teknik menempel. Disarankan kepada guru ataupun pihak lain yang mencari solusi
untuk membuat anak lebih aktif dalam pembelajaran dapat menggunakan teknik
menempel dengan bahan dan materi yang berbeda.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK