<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137865">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP DAN TINDAKAN DOKTER PUSKESMAS DALAM PENANGGULANGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadya Rahmah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menginfeksi baik orang dewasa maupun anak-anak. Selaku gate keeper, peran dokter di layanan primer sangat penting dalam mendiagnosis kasus yang ada, termasuk kasus tuberkulosis pada anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi sikap dan tindakan seorang dokter adalah pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap sikap dan tindakan dokter puskesmas dalam penanggulangan kasus tuberkulosis anak di wilayah kerja Puskesmas Kota Banda Aceh. Penelitian dilakukan di 11 Puskesmas Kota Banda Aceh dengan jenis penelitian berupa analitik koleratif menggunakan pendekatan cross sectional dan alat instrumen kuesioner. Sampel berjumlah 52 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dokter puskesmas memiliki pengetahuan baik (61,5%) dan cukup baik (38,5%). Sikap dokter puskesmas tergolong baik (16%) dan cukup baik (69,2%). Kebanyakan dokter puskesmas memiliki tindakan yang baik (98,1%) dan cukup baik (1,9%). Hasil analisis bivariat melalui uji statistik Chi Square diperoleh nilai P-Value = 0,018 antara pengetahuan terhadap sikap dokter puskesmas dalam penanggulangan kejadian tuberkulosis anak, dan ditemukan nilai P-Value = 0,425 pada hubungan antara pengetahuan terhadap tindakan dokter puskesmas dalam penanggulangan kejadian tuberkulosis anak. Maka dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan pengetahuan terhadap sikap dokter puskesmas dalam penanggulangan kejadian tuberkulosis anak, dan tidak terdapat hubungan pengetahuan terhadap tindakan dokter puskesmas dalam penanggulangan kejadian tuberkulosis anak.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PEDIATRIC NURSING</topic>
 </subject>
 <classification>616.995</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137865</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 15:41:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 17:07:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>