<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137833">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS ERGONOMI ALAT PANJAT KELAPA PORTABEL DAN TRADISIONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Popon azrial</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas teknik pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman kelapa ini hidup di daerah tropis yang merupakan salah satu produk tanaman unik karena disamping komponen daging buahnya yang langsung dapat dikonsumsi, juga air buahnya yang dapat langsung diminum tanpa melalui pengolahan. Keunikan ini ditunjang oleh sifat fisik dan komposisi kimia daging dan air kelapa, sehingga produk ini sangat digemari konsumen baik anak-anak maupun orang dewasa. Selain itu dari segi ekonomis hampir seluruh tanaman kelapa dapat dimanfaatkan untuk menambah nilai ekonomi masyarakat mulai dari sabut kelapa, tempurung, lidi sampai dengan batang kelapa yang bisa dipakai sebagai alternatif pengganti jembatan. Memanjat pohon kelapa mempunyai resiko yang besar karena pohon kelapa yang dipanjat mencapai puluhan meter. Pemetik buah kelapa tidak hanya memanjat pohon, menjangkau dedaunan dan buah, tetapi pemetik harus mempunyai naluri yang terlatih dalam menentukan buah yang cukup matang untuk di panen dan yang bisa diproduk. Untuk memudahkan dalam pemanjatan, pada batang kelapa dibuat kowakan atau tataran dengan jarak 0,5 meter. Luka-luka bekas kowakan atau tataran ini harus sering dibersihkan supaya tidak membusuk sehingga batang kelapa tidak lekas menjadi keropos atau menjadi sarang hama kwangwung.&#13;
	Prosedur pada penelitian ini adalah observasi lapang meliputi pengamatan pekerjaan pemanjatan kelapa secara tradisional yaitu dengan memanjat langsung. Data primer yang diambil adalah ukuran antropometri subjek dan ukuran batang kelapa. Selanjutnya pengambilan data yang dilakukan adalah pada saat aktivitas pekerjaan pemanjatan yaitu pemanjatan secara tradisional (memanjat langsung secara tradisional) dan pemanjatan menggunakan alat pemanjat kelapa portabel, video pekerjaan memanjat pohon kelapa, Range of Motion (ROM) Rapid Upper Limb Assesment (REBA) pengukuran beban kerja kuantitatif dan pengukuran beban kerja kualitatif&#13;
	Hasil penelitian menunjukkan hasil selang alami gerak dengan metode ROM menujukkan pemanjatan secara tradisional mendapatkan zona yang berbahaya dibandingkan dengan menggunakan alat dibuktikan dengan didapat tingkat zona yang merata antara zona nyaman hingga waspada pada penggunaan alat portabel.Skor REBA menunjukkan nilai 4-5 dari hasil penggunaan alat portabel, jauh lebih aman dibandingkan tradisional dengan skor 10-11. Hasil dari NBM menunjukkan pemanjatan secara tradisional memiliki jumah keluhan yang lebih tinggi daripada pemanjatan menggunakan alat. Hasil analisis kualitatif  yang diperoleh yaitu rata-rata IRHR (Increase Ratio of Heart Rate) kerja pada proses memanjat tradisional dalam kategori berat dan proses memanjat menggunakan alat dalam kategori berat. Hasil analisis kuantitatif yang diperoleh pada proses pemanjatan yaitu dihasilkan nilai WEC pada kedua proses pemanjatan adalah 1,82-1,93 kkal/menit. Nilai TEC yang diperoleh pada kedua proses pemanjatan adalah 2,78-2,90 kkal/menit. Total energi  per berat  badan  (TEC’) yang diperoleh pada kedua proses pemanjatan adalah  3,22-2,37 kkal/kg. Dapat disimpulkan kategori pengerjaan kegiatan secara tradisional dan menggunakan alat adalah berat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137833</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 14:58:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 16:15:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>