<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137829">
 <titleInfo>
  <title>SHOPPING CENTER ARSITEKTUR MODERN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sukma Meutia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak bergulirnya proses rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana yang berlangsung di  Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mampu memberikan dampak yang positif bagi  perkembangan daerah khususnya sektor perekonomian/perdagangan. Kependudukan yang  jumlahnya terus meningkat pasca bencana tahun 2004 yang lalu menjadi latar belakang tinjauan  perbaikan ekonomi daerah. Pertambahan jumlah penduduk yang berasal dari penduduk  lokal ditambah dengan pendatang yang melalui proses urbanisasi, migrasi, atau transmigrasi, juga wisatawan akan  menyebabkan terjadinya peningkatan pemenuhan kebutuhan, perubahan gaya  hidup yang semakin global, bahkan  alkulturasi budaya. Pemenuhan kebutuhan masyarakat kota Banda Aceh khususnya akan kebutuhan barang dan jasa yang  kian bertambah akan berdampak terhadap struktur perekonomian khususnya sektor perdagangan. Namun terbatasnya   fasilitas perdagangan/perbelanjaan di Kota Banda Aceh sehingga banyak masyarakat yang senang membelanjakan uang  mereka diluar daerah karena disini mereka tidak dapat memenuhi  pencarian kebutuhan akan barang/jasa. Produk lokal  dan produk berkaliber internasional yang ditawarkan di shopping center menjadi parameter perubahan kebutuhan  masyarakat dan ditampilkan dengan cara ekslusif. Untuk keperluan sarana tersebut memang diperlukan desain yang  menarik dan astraktif secara arsitektural, di ikuti penampilan yang cantik, fasilitas-fasilitas yang lengkap, seperti restaurant,  bioskop, cafe-cafe, toko buku, bahkan tempat-tempat untuk kebugaran tubuh sudah terwadahi di dalam pusat  perbelanjaan sebagai sarana pemenuhan sebuah gaya hidup masa  kini. Dengan kelengkapan tersebut, masyarakat dapat  mempersingkat/meminimalkan waktu dan tenaga untuk mencari beragam keperluan primer, sekunder dan tertier dalam  satu waktu. &#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci  :      sektor perekonomian, perdagangan, perbaikan ekonomi, produk lokal, fasilitas,&#13;
                          global, belanja, uang, barang, jasa, ekslusif, cafe, bioskop, toko buku, kebugaran tubuh,&#13;
                           kebutuhan, lengkap, restaurant.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHOPPING CENTERS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.21</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137829</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 14:55:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 15:30:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>