ANALISIS PERFORMANSI MESIN POLE SAW UNTUK MEMANEN SAWIT TERHADAP KAPASITAS PEMANENAN DAN BEBAN FISIK OPERATOR DI LAHAN DATAR DAN LAHAN MIRING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERFORMANSI MESIN POLE SAW UNTUK MEMANEN SAWIT TERHADAP KAPASITAS PEMANENAN DAN BEBAN FISIK OPERATOR DI LAHAN DATAR DAN LAHAN MIRING


Pengarang

Rachmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805106010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian yang berhubungan dengan pemanenan kelapa sawit sangat penting, namun saat ini belum banyak dilakukan, sementara tingkat produksi sawit sangat ditentukan oleh proses pemanenannya. Sebelumnya, hasil riset dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang pada tahun 2001 telah mengembangkan suatu alat supaya proses memanen bisa lebih efisien yang dinamakan teknologi Cantas. Teknologi ini sebenarnya adalah pengembangan dari alat pengegrek dan dodos manual yang biasa digunakan oleh para pemanen. Dengan dimodifikasi dan desain ulang ditambah dengan motor penggerak menjadikan mesin ini sangat efisien, sehingga proses pemanenan menjadi lebih cepat dan tidak terlalu banyak
menggunakan tenaga. Penelitian ini bertujuan untuk Menguji kinerja mesin pemotong ranting (pole saw) untuk memanen kelapa sawit pada lahan datar dan lahan miring. Mengetahui kapasitas pemanenan di lahan datar dan di lahan miring.
Menganalisis beban fisik operator pada saat menggunakan mesin pole saw untuk memanen sawit di lahan datar dan lahan miring.Pelaksanaan penelitian terdiri dari tiga tahap. Pertama, penelitian pendahuluan. Kedua, pengambilan data di lapangan. Ketiga, pengolahan data yang terdiri dari data kapasitas pemanenan, data denyut jantung istirahat, data denyut jantung step test, data denyut jantung kerja pemanenan dengan mesin pemotong ranting (pole saw) pada tiga orang operator berjenis kelamin pria.
Berdasarkan hasil penelitian, dalam waktu 20 menit pemanenan dengan menggunakan pole saw maka didapatkan hasil sebagai berikut : operator A pada lahan datar mampu memanen 7 tandan sawit, sedangkan pada lahan miring
mampu memanen 6 tandan sawit. Operator B pada lahan datar mampu memanen T tandan sawit, sedangkan pada lahan miring mampu memanen 6 tandan sawit. Operator C pada lahan datar mampu memanen 5 tandan sawit, sedangkan pada
lahan miring mampu memanen 5 tandan sawit. Bila dikonversikan dalam jumlah jam kerja perhari 8 jam maka diperoleh pemanenan dilahan datar operator A akan mampu memanen 168 tandan/HK sedangkan di lahan miring 144 tandan/HK. Operator B di lahan datar akan mampu memanen 168 tandan/HK sedangkan di lahan miring 144 tandan/HK. Operator C di lahan datar akan mampu memanen 120 tandan/HK sedangkan di lahan miring 120 tandan/HK. Berdasarkan parameter fisiologis konsumsi energi, daya yang dikcluarkan saat pemanenan dengan pole saw oleh ke tiga operator termasuk dalam kategori sedang. Kategori hasil perhitugan beban kerja berdasarkan parameter fisiologis (konsumsi energi) operator tubuh orang Indonesia, operator A pada lahan datar adalah 2,68 (sedang) sedangkan pada lahan miring adalah 3,12 (sedang). Operator B pada lahan datar adalah 2,57 (sedang) sedangkan pada lahan miring adalah 2,87 (scdang). Operator C pada lahan datar adalah 2,40 (sedang) sedangkan pada lahan miring adalah 3,16 (sedang).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK