Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEBUTUHAN ENERGI PENGERING KABINET UNTUK PENGERINGAN BIJI KAKA O (THEOBREMA CACAO L)
Pengarang
Rama Diana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0505106010069
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kakao merupakan salah satu komoditas ekspor yang memberikan kontribusi untuk peningkatan devisa Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara pemasok utama kakao dunia setelah Pantai Gading dan Ghana.
Penanganan pasca panen kakao dilakukan untuk mempertahankan daya simpan dan mutunya dengan proses pengeringan. Ada tiga metode pengeringan biji kakao yaitu pengeringan menggunakan matahari (alami), pengeringan mekanis (buatan) dan pengeringan kombinasi keduanya. Pengeringan alami membutuhkan waktu yang lama dan sangat tergantung dengan cuaca, schingga alternatif untuk pengeringan biji kakao dilakukan dengan pengeringan mekanis (buatan), salah satunya adalah dengan menggunakan alat pengering tipe kabinet.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi energi alat pengering kabinet untuk pengeringan kakao yang menggunakan bahan bakar minyak tanah.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Pasca Panen,
Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mulai pertengahan bulan November sampai dengan Desember 2009. Bahan yang digunakan adalah buah kakao (Theobroma cacao L) yang diperoleh dari lahan perkebunan di Desa Teumpedeng Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie dengan umur panen ± enam bulan. Bahan bakar yang digunakan adalah minyak tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar untuk uji dengan beban dengan konsumsi bahan bakar scbanyak 13 liter selama 33 jam, diperoleh energi listrik sebesar 18378.36 kJ dan energi pembakaran sebesar 176300 kJ. Sedangkan dengan berat kakao sebanyak 27 kg. diperoleh berat bahan tertinggi diperoleh pada hari ketiga 444528 kg sedangkan hari kedua sebesar 62946 kg dan hari ketiga 84567 kg. sedangkan berat bahan setelah pengeringan sebanyak 3,924 kg yang diperoleh pada rak 1. Berdasarkan perolehan berat bahan tersebut, maka diperoleh % kadar air awal biji kakao sebelum pengeringan untuk hari pertama sebesar 56,84 %, scdangkan setelah pengeringan diperoleh kadar air pada rak I sebesar 1,12%, rak II sebesar 1,92% dan rak III sebesar 9,57%. Hasil penurunan berat dan % kadar air tersebut merujuk dari hasil penelitian sebelumnya (Marlina, 2009).
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJI EKSPERIMENTAL KEBUTUHAN ENERGI PENGERINGAN KOPI MENGGUNAKAN PEMANAS LISTRIK (Zakion Azani, 2024)
UJI PERFOMANSI ALAT PENGERING TIPE KABINET UNTUK PENGERING KAKAO (THEOBROMA CACAO L) (Marlina, 2024)
KEBUTUHAN ENERGI PENGERING KABINET UNTUK PENGERINGAN BIJI KAKA O (THEOBREMA CACAO L) (Rama Diana, 2024)
MODIFIKASI PENGERING TIPE TRAY DRAYER DENGAN PENAMBAHAN INSULATOR (Iqbal Fahri Tobing, 2019)
PENGUKURAN KEBUTUHAN ENERGI PENGERINGAN KAKAO MENGGUNAKAN OVEN LISTRIK (AFRIZAL, 2024)