<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137739">
 <titleInfo>
  <title>THE EFFECT  OF REGIONAL FUND SOURCES ON CAPITAL EXPENDITURE IN INDONESIA 2019-2022</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muthia Rifqa Aqila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FEB Akuntansi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelaksanaan    otonomi    daerah    dan    desentralisasi    lebih    diarahkan    untuk&#13;
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah diyakini mampu mencapai hal tersebut karena otonomi dan desentralisasi memberikan kebebasan bagi pemerintah daerah untuk mendorong kegiatan yang berkaitan  dengan  pertumbuhan  ekonomi,  seperti  pembangunan  fasilitas, infrastruktur, dan perbaikan wilayah lainnya. Infrastruktur yang memadai dan terpelihara dengan baik dapat menarik banyak investor, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan daerah. Data sekunder yang digunakan adalah laporan keuangan pemerintah daerah untuk tahun 2019-2022, sebagaimana disajikan dalam laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan telah diaudit. Perhitungan statistik untuk analisis regresi linier berganda  dalam penelitian ini dilakukan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pendapatan Asli Daerah tidak mempengaruhi Belanja Modal pada pemerintah provinsi di Indonesia, 2. Dana Perimbangan mempengaruhi Belanja Modal pada pemerintah provinsi di Indonesia, 3. Surplus Anggaran mempengaruhi Belanja Modal pada pemerintah provinsi di Indonesia.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Sisa&#13;
Lebih Perhitungan Anggaran&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137739</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 12:32:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 14:19:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>