Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBAIKAN KINERJA PEMELIHARAAN SISTEM IRIGASI DENGAN MEMPERKUAT INSTITUSI PETANI PEMAKAI AIR (STUDI KASUS DI DAERAH IRIGASI KRUENG JREUE).
Pengarang
Rahmi Putri Yanti - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0405106010059
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian.,
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.587
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Degradasi fungsi infrastruktur dalam sistem irigasi terjadi disetiap tahunnya dikarenakan kinerja pemeliharaan irigasi yang ada mengalami penurunan sehingga menimbulkan konflik seperti ketidakcukupan air, sedimentasi di dalam saluran serta tidak berfungsinya dari bangunan fisik irigasi sehingga memerlukan pendekatan terhadap perbaikan kinerja pemeliharaan melalui perkumpulan petani pemakai air (P3A) dengan memperkuat institusi petani pemakai air dimana petani merupakan orang yang secara langsung menikmati hasil dari sistem irigasi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pemeliharaan irigasi yang dilakukan oleh operator, kinerja pengumpulan IPAIR, upaya-upaya pemecahan masalah pemeliharaan irigasi, hak-hak dan tanggung jawab perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam pemeliharaan irigasi.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hinga bulan Oktober tahun
2008 dengan menggunakan metode survey di Daerah Irigasi Krueng Jreue Kabupaten Aceh Besar yang merupakan irigasi teknis dengan luas netto 2440 ha dimana sumber air diperoleh dari suplesi melalui sungai Lamkareng dengan panjang saluran primer 14,40 km dan panjang saluran sekunder 15,20 km. Pengambilan Sampel dilakukan di lahan usaha tani yaitu BM 1 (Bangunan Meunara 1) sampai BM2 (Bangunan Meunara 2) dengan panjang saluran 1124,21 m, luas 130 ha dan terdapat 5 desa yang dilalui yaitu Desa Reukih Dayah, DesaReukih Kupula, Desa Lam Iii Mesjid, Desa Lam Iii Teungoh dan Desa Lam Iii Ganto. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu cara primer (pemotretan kondisi fisik bangunan irigasi, wawancara dan kuisioner dengan petani serta petugas tcrkait) dan cara sekunder (data iklim yaitu curah hujan, kelembaban udara, kecepatan angin dan suhu). Teknik analisa data dengan menganalisa indikator kinerja pemeliharaan yaitu teknik, ekonomi dan institusi.
Hasil penelitian menunjukan permasalahan-permasalahan yang timbul di Daerah rigasi Krueng Jreue telah mengakibatkan kinerja sistem pemeliharaan irigasi dikatakan buruk. Permasalahan yang terjadi di Daerah lrigasi Krueng Jreue yaitu rendahnya kinerja sistem pemeliharaan bangunan bagi dan saluran irigasi yang mengalami kerusakan, kurangnya dana untuk kegiatan pemeliharaan irigasi, pelaksanaan pengoperasian bangunan bagi tidak berjalan sesuai rencana, tidak adanya kerjasama antara dinas pengairan dengan P3A Keujreuen Blang, tidakjelas aturan-aturan dalam pembagian air, adanya sadapan liar yang dilakukan oleh petani, adanya kegiatan memandikan hewan di dalam saluran irigasi dan rendahnya partisipasi petani dalam pemeliharaan saluran tersier.
Variabel teknik dikategorikan kurang baik dengan indikator rata-rata
sebesar 0,54. Keberlanjutan fisik dikategorikan buruk dengan nilai indikator sebesar 0,23. Pembersihan gulma dikategorikan baik dengan nilai indikator
sebesar 0,75. Pembersihan endapan dikategorikan kurang baik dengan nilai
indikator sebesar 0,5. Pemeliharaa n saluran dikategorikan baik dengan nilai
indikator sebesar 0,68.
Variabel ekonomi dikategorikan kurang baik dengan indikator rata-rata sebesar 0,49. Kinerja pcngumpulan iuran dikategorikan buruk dengan nilai indikator 0. Kinerja hasil gabah dikategorikan baik dengan nilai indikator sebesar
0,79. Kelangsungan dana dikategorikan kurang baik dengan nilai indikator sebesar
0,5. Variabel institusi dikategorika n buruk dengan nilai dukungan organisasi sebesar 0,02.
Kelemahan variabel ini diperbaiki melalui peningkatan partisipasi petani melalui perkuatan kelembagaan yang berbadan hukum serta pemberdayaan kembali P3A Keujreuen Slang melalui pendekatan koperasi dengan berbagai peluang usaha yang berdasarkan potensi yang dimiliki oleh P3A Keujreuen Blang. Kebijakan pemerintah yang baru (UU R1 No.7 Tahun 2006 dan PP No.20 Tahun
2006) dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan sistem pemeliharaan irigasi di
Daerah lrigasi Krueng Jreue guna keberlanjutan sistem irigasi.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBAIKAN KINERJA PEMELIHARAAN SISTEM IRIGASI DENGAN MEMPERKUAT INSTITUSI PETANI PEMAKAI AIR (STUDI KASUS DI DAERAH IRIGASI KRUENG JREUE). (Rahmi Putri Yanti, 2024)
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN IRIGASI DI DESA BARABUNG KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Isnaniati, 2013)
SOSIAL KAPITAL MASYARAKAT DALAM OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH (Sukandar, 2017)
PENILAIAN DAN UPAYA PENINGKATAN KINERJA SISTEM IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI KR. BARO KIRI KABUPATEN PIDIE (Firman Saputra, 2018)
STUDI PENINGKATAN INTENSITAS LUAS DAN POLATANAM PADA DAERAH IRIGASI KRUENG JREU (Faisal, 2018)