PENGARUH PEMBARUAN FASAD PERTOKOAN TERHADAP KARAKTER VISUALRNSTUDI KASUS : JL. K.H. AHMAD DAHLAN, KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBARUAN FASAD PERTOKOAN TERHADAP KARAKTER VISUALRNSTUDI KASUS : JL. K.H. AHMAD DAHLAN, KOTA BANDA ACEH


Pengarang

ALVIRA FOURYZA LASTANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muslimsyah - 196109281988101001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1804104010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FT Arsitektur., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fasad merupakan wajah dari suatu bangunan yang dilihat oleh publik setiap saat. Fasad bangunan adalah bagian terpenting dalam menyampaikan secara tidak langsung dari fungsi, makna, dan suatu masa dari kebudayaan saat bangunan itu berdiri. Ketidakseragaman fasad bangunan yang biasanya dijumpai pada saat terjadinya pembaruan atau renovasi bangunan dapat menyebabkan berubahnya karakter visual kawasan dan lunturnya identitas suatu kelompok bangunan. Penelitian ini mengkaji fenomena tersebut dengan menganalisis fasad antar bangunan. Studi kasus yang diambil berada di koridor Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Merduati, yang merupakan kawasan yang sudah ada sejak lama di Kota Banda Aceh sebagai jalur yang bersisi deretan pertokoan. Jl. K.H. Ahmad Dahlan sebagai koridor yang berkiprah di bidang ekonomi dan jasa perdagangan, beberapa pertokoan pada koridor ini telah melakukan pembaruan fasad menjadi bangunan dengan gaya modern sebagai penunjang untuk melancarkan usaha mereka. Namun, pembaruan fasad antar pertokoan dirasakan tidak terarah dan mengakibatkan ketidakseragaman, serta cenderung menyimpang dari citra fasad yang terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dimulai dengan acuan terhadap teori tentang karakter visual untuk kemudian dianalisis dari fakta lapangan dalam mencari karakter visual pertokoan yang menjadi tujuan penelitian ini. Dari hasil penelitian didapatkan permasalahan sebagian besar pertokoan yaitu kondisi fasad yang tidak dirawat sehingga menghasilkan visual kawasan yang kurang menarik. Hal ini perlu meninjau kondisi kawasan terhadap permasalahan sehingga dapat terciptanya sebuah karakter yang akan memudahkan untuk mengenali sebuah kawasan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, solusi yang tepat untuk menjaga kualitas visual kawasan terhadap kawasan pertokoan Jl. K.H. Ahmad Dahlan adalah dengan menerapkan konsep pembaruan fasad gaya arsitektur vernakular yang berperan membangun karakter budaya Aceh pada setiap bangunan di kawasan penelitian untuk melestarikan budaya dengan menggunakan warna khas Aceh yaitu kuning, merah, dan putih serta ornamaen motif Aceh kerawang Gayo yaitu Pucuk Rebung motif yang menyerupai segitiga, motif kubah, dan motif floral pada fasad bangunan. Penambahan elemen dan ornamen diterapkan secukupnya supaya tidak terbentuk ketinggian bangunan yang berbeda-beda serta tidak memutus kesegarisan pola yang terbentuk. Terdapat proporsi bentuk kotak-kotak dengan ukuran bangunan yang tidak jauh berbeda dan juga pemilihan warna yang selaras antar bangunan.

The facade is the face of a building that is seen by the public at all times. The facade of a building is the most important part in indirectly conveying the function, meaning and era of the culture when the building was founded. The non-uniformity of building facades that is usually found during building renewal or renovation can cause changes in the visual character of the area and the identity of a group of buildings fades. This research examines this phenomenon by analyzing the facades between buildings. The case study taken was in the corridor of Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Merduati, which is an area that has existed for a long time in Banda Aceh City as a lane lined with shops. Jl. K.H. Ahmad Dahlan as a corridor that is active in the economic and trade services sector, several shops in this corridor have updated their facades to become buildings with a modern style as a support for running their business. However, it was felt that the renewal of the facades between shops was undirected and resulted in a lack of uniformity, and tended to deviate from the image of the previous facades. This research uses a qualitative method which begins with reference to theories about visual character and then analyzes from field facts in looking for the visual character of shops which is the aim of this research. From the research results, it was found that the problem with most shops is that the facades are not maintained, resulting in an unattractive visual area. This requires reviewing the condition of the area regarding problems so that a character can be created that will make it easier to recognize an area. Based on the analysis that has been carried out, the right solution is to maintain the visual quality of the area for the Jl. K.H. Ahmad Dahlan is applying the concept of updating the facade of a vernacular architectural style which plays a role in building the cultural character of Aceh in every building in the research area to preserve the culture by using typical Acehnese colors, namely yellow, red and white as well as Acehnese filigree Gayo motif ornaments, namely the Pucuk Rebung motif which resembles triangles, dome motifs, and floral motifs on building facades. The addition of elements and ornaments is applied sufficiently so that different building heights do not form and do not break the alignment of the pattern formed. There are proportions of square shapes with building sizes that are not much different and also the choice of colors that are in harmony between the buildings.

Citation



    SERVICES DESK