Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MATA PISAU U DENGAN S TERHADAP KINERJA ALAT PENGGILINGAN KUNYIT (CUREUMA DOMESTICA VAL) MENGGUNAKAN TENAGA MOTOR LISTRIK
Pengarang
M Jafaruddin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0005106011921
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kunyit (Curcuma domestika Val) termasuk famili Zingeberaceae, pertumbuhannya menyerupai tanaman jahe tapi berdaun lebar. Rimpang kunyit menyerupai wama kuning terang karena mengandung pigmen kurkunin.yang digunakan sebagai bahan pembuatan jamu dan obat-obatan. Peralatan mekanis berteknologi modern dibidang pertanian dapat meningkatkan pendapatan ekonomi karena penerapan teknologi mekanis dalam bentuk mesin dan peralatan. Dikalangan petani sangat tepat untuk dikembangkan, agar mutu produksi dapat ditingkatkan sehingga akan membawa sistem pertanian transisi ke sistem peralatan modern. Persyaratan dari teknologi tepat guna yang dimaksud adalah mudah dibuat, mudah dioperasikan, sederhana, praktis, efisien dan mudah diterima masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggiling kunyit tipe mata pisau U sumber tenaga motor listrik dcngan mcngunakan tiga kombinasi mata pisau dan untuk melihat perbadingan hasil antara penggunaan
mata pisau U dan S. Bahan yang digunakan adalah kunyit (Curcuma domestica Val).
Penelitian ini dilakukan di di Laborotorium Alat dan Mesin Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni -juli 2007. pisau dihasilkan kapasitas penggilingan terbesar pada variasi pengumpanan 4 kg dengan 3 mata pisau sebesar 281.785 kg/jam. Kapasitas penggihingan terbesar kedua pada kombinasi variasi masukan bahan 4 kg dengan 2 mata pisau sebesar 279,357
Dari kombinasi variasi masukan bahan dan mata kg/jam, selanjutnya kombinasi variasi masukan bahan 4 kg dengan I mata pisau scbesar 277.928 kg/jam. Sedangkan untuk penggunaan mata pisau S kapasitas tertinggi didapat pada masukan bahan 4 kg dengan 3 mata pisau yaitu sebesar 282.14 kg/jam jika dibandingkan antara kedua jenis penggunaan mata pisau maka pnggunaan mata pisau S masih unggul daripada mata pisau U. Disini berarti dengan menggunakan tiga mata pisau maka kapasitas hasil penggilingan yang dihasilkan akan semakin tinggi. Berdasarkan kriteria suatu mesin penggilingan bahwa semakin tinggi kapasitas penggihingan semakin baik kinerja mesin tersebut.
Rendemen tertinggi didapat pada perlakuan menggunakan tiga mata pisau dimana yaitu sebesar 99,5
untuk masukan bahan 2 kg, 99,20 % untuk masukan bahan I kg, 98.20 % untuk masukan bahan 4 kg. Sedangkan untuk jenis mata pisau S rendemen tertinggi didapat pada masukan bahan I kg yaitu sebesar 99,7 % untuk masukan bahan 3 kg, dan 98.62 % Disini juga terlihat bahan penggunaan Mata pisau S masih lcbih baik jika dibandingkan dengan mata pisau
U. Penggilingan baik dilakukan dengan menggunakan tiga mata pisau karena pada kombinasi mata pisau tersebut memberikan nilai rendemen tertinggi. Tingginya rendemen yang dihasilkan menunjukan kondisi perlakuan yang terbaik.
Persentase kehilangan hasil adalah tingkat kehilangan hasil yang diperoleh dari hasil gilingan.Persentase kehilangan hasil sangat dipcngaruhi sekali oleh jumlah kunyit yang dimasukkan kedalam tabung penggilingan. Pada hasil bahan gilingan I kg kunyit, perse ntase kehilangan pada masing-masing mata pisau penggiling sebesar 0.9 % untuk I mata pisau, 0.7 % untuk 2 mata pisau, 0.5 % 3 mata pisau. Sedangkan untuk jenis mata pisau S persentasenya sebesar 0.6 %, 0.5
%, 0.3 % untuk pemasangan mata pisau 1,2 dan 3. Dari persentase kehilangan hasil yang dihasilkan pada penelitian ini berbeda, ini discbabkan adanya perbedaan ukuran dari kunyit yang digiling. Lancarya proses pada saat
penggilingan menentukan mutu fisik dari kunyit, karena semakin lancar dalam proses gilingan maka semakin halus/baik ukuran kunyit.
Persentase kunyit yang tidak tergiling adalah banyaknya kunyit yang masih berupa bongkah-bongkahan kecil yang hasil gilingannya tidak halus. Lancam ya proses pada saat penggilingan menentukan banyak atau sedikitnya kunyit yang tergiling. Hal ini dapat dilihat pada hasil bahan gilingan 1 kg kunyit, persentase kehilangan pada masing-masing mata pisau penggiling sebesar 14.2 % untuk I mata pisau, 11.7 % untuk 2 mata pisau, 10.3 % untuk 3 mata pisau.Sedangkan untuk jenis mata pisau S persentasenya sebesar 13.1 %, 9,7% dan 9,5 % untuk masing-masing pemasang an 1,2, dan 3 buah mata pisau.
Dari semua hasil penelitian yang telah diuraikan diatas jelas terlihat bahwa penggunaan jcnis mata pisau S masih lebih unggul jika dibandingkan dengan pengguaan jenis mata Pisau U.
Tidak Tersedia Deskripsi
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA ALAT PENGGILING KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL TIPE MATA PISAU S SUMBER TENAGA MOTOR LISTRIK (Asri Rahmana, 2024)
MODIFIKASI MATA PISAU PENCACAH DENGAN TIPE CONICAL BURR MILL PADA MESIN PENGGILING BIJI KOPI (COFFEA SP) (M Saifan Saputra, 2017)
DAYA HAMBAT EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS ATCC 29212 SECARA IN-VITRO (Ratika Raynasari, 2019)
PERANCANGAN MESIN PERAJANG RUMPUT GAJAH UNTUK PAKAN TERNAK (Fitriadi, 2024)
APLIKASI PENGERING KABINET YANG DILENGKAPI PENUKAR PANAS BERBAHAN BAKAR BIOMASSA UNTUK PENGERINGAN IRISAN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) (Rubi Akbar, 2024)