<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137607">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  KINERJA  CABINET  DRYER  DENGAN SUMBER  ENERGI  KOMPOR  GAS UNTUK PENGERINGAN  IKAN KAYU (KEUMAMAH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sandy Afriza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi  Aceh   merupakan  salah   satu   provinsi   yang   terletak   di  wilayah paling  barat  Indonesia.  Letak  geografis  Provinsi  Aceh  yang  berhadapan dengan Samudra  Hindia  mengakibatkan kaya akan  ikan. Salah satu jenis ikan yang  paling banyak   adalah   ikan  tongkol.   Penyediaan  ikan  dalam bentuk   segar  sebenarnya lebih diminati, karena  dapat  langsung diolah  sesuai  selera Namun  pemasaran  ikan segar  sangatlah  terbatas   karena  sifat  ikan  yang  cepat  membusuk  tanpa  melalui proses  pengawetan terlebih  dahulu.  Untuk  mengurangi  resiko  pembusukan  ikan maka  perlu  dilakukan pengolahan dan pengawetan. Salah  satu proses  pengawetan ikan yang dilakukan di Provinsi  Aceh adalah  pembuatan keumamah. Pengeringan keumamah  biasa  dilakukan  secara   tradisional  dengan   cara  menjemur  dibawah sinar matahari. Pengeringan dengan  cara ini sangat  tergantung pada  sumber  panas bumi.  Salah  satu  cara  pengeringan modern  adalah  pengering buatan  tipe  cabinet dryer yang dapat  menjadi pilihan  yang tepat,  dengan  menggunakan energi kompor gas sebagai sumber  panas  utama.&#13;
Penelitian  ini  bertujuan  untuk   mengkaji  kinerja   dan  menghitung  analisa ekonomi    dari   alat   pengering   keumamah   tipe   rak   (cabinet   dryer)   dengan menggunakan sumber  energi  kompor  gas.&#13;
Metodologi dari penelitian ini meliputi beberapa tahapan,  yaitu tahapan pendahuluan   adalah    persiapan    bahan    baku   dan   alat   pengering,   pembuatan keumamah, proses  pengcringan dan analisa  data. Parameter yang dianalisis adalah menghitung laju penurunan kadar air, distribusi temperatur, distribusi  kelembaban relatif (RH),  kapasitas  kerja  alat,  menghitung  efisiensi  kerja  alat,  pengukuran perpindahan panas  dan menghitung analisa  ekonomi.&#13;
Alat  pengering  cabinet  dryer  menggunakan  kompor   gas sebagai   sumber&#13;
energi  utama.  Alat  pengering cabinet dryer ini  terdiri  dari  6 bagian  utama  yang meliputi   ruang  pembakaran,  ruang  pengeringan,  rak  pengering,  cerobong,  pipa saluran  dan blower. Ruang pembakaran merupakan tempat terjadinya proses pengkonversian  energi   yaitu  energi  bahan  bakar  dikonversikan  menjadi  energi panas  melalui   proses  pembakaran.  Ruang  pengering sebagai  tempat  meletakkan rak pengering  dan  tempat   menampung  keumamah  selama   proses   pengeringan berlangsung. Rak pengering sebagai tempat  meletakkan keumamah yang akan dikeringkan, dengan  memiliki  6 tingkat  rak. Cerobong merupakan saluran pembuangan uap air dan udara dari hasil pengeringan yang terjadi di dalam  ruang pengering. Blower  berfungsi  untuk  mentransfcr udara panas  ke ruang  pengeringan dan   pipa   saluran   berfungsi   untuk   menyalurkan   kembali    udara   panas   hasil pengeringan ke dalam ruang  pembakaran.&#13;
Dari  hasil  penelitian diperoleh  distribusi  temperatur tertinggi   dalam  ruang pengering mencapai   70  C dan  temperatur terendah   65 C dengan  RH  57,48  %&#13;
&#13;
sampai  33,68  %,  panas  terbaik  terdapat  pada  rak  1   karena  berada  pada  paling dasar  dari  ruang  pengering.   Laju  penurunan   kadar  air  mengalami   peningkatan diawal  proses  pengeringan  dengan  nilai  tertinggi   14, 72 %bb/jam  pada  rak 1   dan selanjutnya mengalami  penurunan  secara  perlahan  hingga  3,08  %bb/jam.  Energi panas dari  kolektor  171,71  kJ/jam  dan energi  untuk menguapkan  air sebesar  97,76 kJ/jam.   Sedangkan   efisiensi   pemanasan   pada  alat  pengering   71,89   %  dengan panas total diperoleh  56,93 %, banyaknya  kehilangan  panas pada ruang pengering menjadi  alasan  rnengapa  efisiensi  panas total  menjadi  rendah.  Perpindahan  panas pada alat pengcring  cabinet  dryer  merupakan  salah satu ruang  lingkup  penelitian, dimana  pengukuran  perpindahan  panas  yang  dilakukan  pada  4 titik  yaitu  ruang pembakaran,   ruang  pengering,   cerobong   dan  pipa  saluran.   Perpindahan   panas yang  terjadi  diruang  pembakaran terjadi  dua  tahap  yaitu perpindahan  panas  pada alas  ruang  pembakaran   dan  dinding  rang  pembakaran.  Perpindahan  panas  pada alas ruang pembakaran  tidak banyak  terjadi  kehilangan  panas dengan  nilai  510,12 kJ   pada   akhir   pengeringan    dan   pada   dinding    ruang   pengering   mengalami kehilangan   akhir  4147,20   kJ.     Kehilangan   panas  pada  ruang  pengering   besar terjadi pada  rak 1 dan rak 3 dengan  nilai 7615,08  kJ pada  10 jam pengeringan  dan&#13;
7153,56  kJ pada akhir pengeringan  pada rak 6.  Perpindahan  panas  pada ccrobong&#13;
sebesar  46,80  kJ  dan  pada  pipa  saluran  24,84  kJ.  Untuk  melihat  apakah  biaya operasional  alat pengering cabinet dryer mengimbangi nilai pendapatan,  maka dilakukan  analisis  titik impas, dengan  biaya  tetap Rp. 4.900.000,-  dan biaya tidak tetap Rp. 628.032,- maka didapat titik impas 12,5 kg. Sedangkan biaya pokok pengeringan     yang     dikeluarkan      untuk     mengeringkan    keumamah    sebesar Rp.4.980/kg dengan kapasitas  pengeringan  2,4 kg/jam.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137607</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 10:31:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 10:31:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>