<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="137599">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PENGERINGAN PADA PROSES PENGASAPAN CAIR (LIQUID SMOKING) UNTUK IKAN LELE LOKAL (CLARIAS BATRACHUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad ridha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>lkan lele seperti halnya ikan lain juga merupakan hasil pangan yang &#13;
mudah rusak (highly perishable food). Untuk menanggulangi hal tersebut &#13;
diperlukan suatu cara pengawetan dan pengolahan yang dapat mempertahankan &#13;
daya awet ikan tanpa mengurangi nilai gizi secara maksimal.&#13;
Salah satu jenis pengolahan yang digunakan adalah pcngasapan dan pengeringan. Tujuan &#13;
penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik pengeringan ikan lele pada &#13;
proses pengasapan cair. Secara khusus bertujuan untuk mendapatkan suhu dan &#13;
kelembaban relatif (RH) terbaik, membandingkan proses pengeringan pada ikan &#13;
lelc yang direndam dengan asap cair dan tanpa perlakuan perendaman dengan&#13;
asap car.&#13;
               Peralatan yang digunakan antara lain pisau, baskom, termometer, oven, &#13;
stopwatch, desikator merk OSK 13235A, kompor gas dengan satu sumbu, tabung&#13;
gas LPG, timbangan digital dan alat pengering cabinet. Cabinet terdiri dari tiga&#13;
gantungan, yaitu gantungan bawah (Gl ), gantungan tengah (G2) dan gantungan&#13;
paling atas (G3). Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah&#13;
ikan lele Lokal (Clarias batrachus) sebanyak  ± 225 ekor, larutan asap cair (liquid &#13;
smoking), air bersih secukupnya dan garam dapur sebanyak 6 kg untuk tiga kali&#13;
perlakuan. Parameter penelitian ini meliputi pengasapan cair (Liquid Smoking) &#13;
dan analisis karakteristik pengeringan yang meliputi penurunan kadar air, laju&#13;
pengeringan dan uji organoleptik.&#13;
               Dari hasil penelitian pengeringan dengan perendaman asap cair diperolch&#13;
distribusi suhu dalam ruang pengering di Gl mencapai 29 - 79C, G2 suhunya &#13;
28C-79C dan G3 mencapai 26C 72C. Suhu ikan pada Glsebesar 28C &#13;
37,5C, G2 28C - 37.5C dan pada G3 sebasar 27C -- 34,5'C. Kelembaban&#13;
relatif G1 scbesar 39,5 % - 56,9 %, di G2 32.25% - 44,855 dan di G3 sebesar&#13;
45,55% - 62,55%. Untuk laju penurunan kadar air, pada GI dengan KA awal&#13;
78,98%bb menurun hingga 18,72%bb. G2 KA awalnya 72.59%bb dan KA akhir &#13;
18.72%bb. Pada G3 KA awal 73,62%bb dan KA akhirnya 18,04%bb. Laju &#13;
pengeringan tercepat konstan terdapat pada Gl dengan waktu 12.5 jam, G2&#13;
dengan waktu I5 jam dan paling lambat di G3 dengan waktu 15,5 jam. Dan lama&#13;
pengeringan rata-ratanya adalah 14,5 jam. Pada pengeringan ikan lele tanpa&#13;
perendaman dengan asap cair distribusi suhu dalam ruang pengering di GI mulai &#13;
28€-78C, di G2 mulai 27C-83C dan G3 mencapai 67C. Distribusi suhu pada &#13;
ikan pada Gl dan G2 mencapai 36C dan G3 mencapai 27C. Untuk distribusi  kelembaban relatif di G1 dari 30% - 47,9%, G2 besarnya 31,6%- 49,3% dan G3 RH nya 34,3% - 64.9%. Laju penurunan kadar air ikan lele GI dari 66,46% bb&#13;
hingga kadar air akhir 17,19, G1 dengan KA awal 69,14%bb samapi Ka akhir&#13;
19,14% bb dan G3 Ka awal 68,83% bb dan KA akhir 19, 38% bb. Untuk Laju&#13;
pengeringan Gl dengan lajunya 0,83%bk/menit dan waktu konsannya selama 13&#13;
jam, G2 dengan kecepatan  laju 0,85%/bk/menit dengan waktu konstan &#13;
pengeringannya 12 jam dan G3 lajunya 0,57%/bk/menit dengan lama waktu&#13;
konstannya I5 jam. Dan lama pengeringan rata-ratanya mencapai 13,333 jam.&#13;
Kadar air dan laju pengeringan dangat berkaitan satu sama lain, dimana semakin&#13;
tinggi kadar air maka laju pengeringan pun semakin cepat. Pengujian organoleptik&#13;
dengan atribut pengujian yaitu penampakan, rasa, aroma, tekstur dan warana. Dari&#13;
kelima atribut yang di uji, panelis lebih menyukai penampakan dan warna dari&#13;
ikan lele kering dengan perendaman asap eair dibandingkan tanpa perendaman&#13;
dengan asaap cair, dan atribut lainnya nilainya sama.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISH CULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>631.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>137599</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 10:24:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-10-10 10:35:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>